Ketua DPP PDIP Ganjar: Kita Mesti Belajar dari Iran, Dikeroyok Siapa pun Bisa Melawan
Kredit Foto: AFP
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengatakan tidak adanya perang bukan berarti personel TNI tidak memiliki tugas.
Hal itu menanggapi fenomena peran TNI yang saat ini dilibatkan dalam program pemerintah seperti latihan militer Koperasi Merah Putih, program ketahanan pangan dan lain sebagainya.
Menurut Ganjar, prajurit sebagai palang penjaga kedaulatan harus tetap menjalani latihan secara rutin untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan negara.
Ganjar menilai latihan dan kesiapan personel TNI menjadi hal penting agar militer dapat segera bertindak ketika menghadapi ancaman terhadap negara.
"Kalau tentara tidak ada perang, bukan berarti dia nganggur. Dia akan latihan terus-menerus tiap hari dan siaga. Sehingga kalau ada sesuatu, kita akan melakukan sebuah tindakan,” kata Ganjar.
Menurutnya, penguatan pertahanan nasional juga tidak hanya bergantung pada personel militer. Perguruan tinggi dan para ahli, kata dia, dapat mengambil peran dengan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan pertahanan negara.
Untuk itu konsep ketahanan negara, bukan berarti peran militer mencakup segala lini kehidupan sosial dan politik, termasuk dikaitkan dengan program penanaman padi dan jagung.
Ganjar meminta TNI dan Polri seharusnya kembali ke tupoksi masing-masing, pertahanan dan keamanan, bukan ikut-ikutan masuk ke ranah sipil, seperti turut mencampuri urusan pertanian.
"Lalu perguruan tinggi, teman-teman kuliah ini bisa masuk? Bisa. Kamu akan menjadi expert,” ujar Ganjar.
Ganjar Soroti Pengalaman Iran
Dalam kesempatan yang sama, Ganjar menyinggung pengalaman Iran dalam menghadapi tekanan dan embargo dari negara-negara yang memiliki kekuatan militer besar. Dia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam membangun ketahanan nasional.
Ganjar menyoroti kondisi Iran yang menurutnya harus menghadapi tekanan dari Israel dan Amerika Serikat.
"Lihat tuh perang antara Iran dan yang dikeroyok Israel sama Amerika itu. Apa yang terjadi? Sudah diembargo Iran. Ya nggak? Tidak bisa bergerak leluasa melawan adidaya,” katanya.
Ganjar kemudian mengatakan Iran memiliki pengalaman membangun kekuatan melalui pendidikan ketika menghadapi keterbatasan akibat tekanan dari luar negeri.
“Negara kemudian dalam kondisi tertutup, seperti pengalaman Iran, dia menempa dirinya dengan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Ganjar, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari Iran, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu mendukung ketahanan negara.
"Maka sebagian besar yang PhD itu perempuan. Menteri-menterinya, presidennya, waduh hebat semua. Dan dia bisa melawan negara adidaya dikeroyok oleh siapa pun. Kita mesti belajar dari Iran,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat