Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saat Anies Ditodong Pertanyaan, 'Nyesel Enggak Pernah Bantu Jadi Tim Sukses Jokowi?', Jawabannya Nyampe Sih

        Saat Anies Ditodong Pertanyaan, 'Nyesel Enggak Pernah Bantu Jadi Tim Sukses Jokowi?', Jawabannya Nyampe Sih Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak menyesal pernah menjadi bagian dari Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.

        Hal itu disampaikan Anies saat berbincang dengan komika Sammy Notaslimboy. Sammy secara langsung menanyakan kepada Anies apakah dirinya menyesal pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi.

        “Nyesel nggak pernah jadi tim sukses Jokowi?” tanya Sammy.

        Anies menjawab bahwa dirinya tidak menyesal. Menurut dia, keputusan untuk mendukung Jokowi saat itu diambil berdasarkan kondisi politik dan situasi yang ada pada masa tersebut.

        “Enggak sih, karena keputusan itu diambil sesuai kondisi yang ada waktu itu,” ujar Anies.

        Anies mengatakan, saat kemunculan Jokowi, terdapat banyak aspirasi masyarakat yang dibawa. Menurut dia, pada tiga tahun awal pemerintahan Jokowi, sejumlah agenda reformasi dan tata kelola pemerintahan masih berjalan sesuai harapan.

        "Kemunculan Jokowi dengan aspirasi yang begitu banyak, di periode pertama relatif jalan. Periode pertama Jokowi tiga tahun awal, masih terasa jalan reformasi tata kelolanya,” kata Anies.

        Meski demikian, Anies menegaskan keterlibatannya dalam pemerintahan Jokowi hanya berlangsung sekitar 1,5 tahun ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

        Karena itu, Anies menyebut dirinya tidak terlibat dalam sejumlah kebijakan yang muncul setelah dirinya tidak lagi berada di pemerintahan, termasuk revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), Undang-Undang Cipta Kerja, hingga revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

        "Jadi saya tidak berkontribusi ke hal-hal yang menurut saya kurang pas itu,” ujarnya.

        Anies juga menilai tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui secara pasti bagaimana perkembangan politik dan pemerintahan di masa depan ketika sebuah keputusan politik dibuat.

        Menurut dia, keputusan politik harus dilihat berdasarkan konteks dan kondisi ketika keputusan tersebut diambil, bukan hanya berdasarkan perkembangan yang terjadi setelahnya.

        Ketika ditanya mengenai kemungkinan merasa berdosa karena pernah mendukung Jokowi, Anies menjawab dengan santai. Ia mengatakan dirinya baru akan merasa bersalah apabila dukungan tersebut terbukti membuat dirinya ikut menciptakan kerusakan.

        "Kalau saya ikut bikin kerusakan, baru saya merasa bersalah,” kata Anies.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: