Kredit Foto: Istimewa
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membuat panas dinamika perpolitik usai memastikan dirinya akan maju sebagai calon anggota dewan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V. Pilihan tersebut berpotensi mempertemukannya secara langsung dengan Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani.
Dapil Jateng V bukan wilayah yang mudah bagi pendatang baru. Daerah pemilihan tersebut mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Solo. Ia merupakan kawasan yang dikenal memiliki basis suara kuat bagi PDIP.
Baca Juga: Dedi Mulyadi: Hari Ini Orang Tidak Mau Bekerja Kasar, Tak Mau Jadi Buruh Tani Padahal Upahnya Baik
Puan sendiri merupakan "juara bertahan" di dapil tersebut. Ia telah empat kali terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Jateng V, masing-masing pada Pemilu 2009, 2014, 2019 dan 2024.
Kemunculan Kaesang sebagai bakal caleg membuat peta persaingan di dapil tersebut berpotensi berubah. Putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu datang membawa posisi sebagai ketua partai sekaligus figur yang memiliki nama besar dalam politik nasional.
Menariknya, Puan tidak menunjukkan sikap keberatan atas keputusan Kaesang memilih Jateng V. Ia menegaskan bahwa setiap partai memiliki hak menentukan siapa yang akan diusung di daerah pemilihan mana pun.
"Hak setiap parpol untuk mengajukan tiap nama di semua dapil," kata Puan, dikutip Kamis (12/8/2026).
Adapun Jokowi justru menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan putranya sendiri. Ia mengatakan putranya telah memperhitungkan berbagai risiko sebelum menentukan arena pertarungan politiknya.
"Itu sudah menjadi keputusan Kaesang, saya kira sudah dihitung. Sudah dikalkulasi, risiko-risikonya," ujar Jokowi.
Jokowi tidak memberikan sinyal akan mengarahkan atau mengubah keputusan politik Kaesang. Ia menyerahkan sepenuhnya pilihan tersebut kepada putranya.
Pilihan Kaesang sendiri cukup berani mengingat wilayah pilihanya dikenal sebagai salah satu basis utama PDIP. Julukan "kandang banteng" melekat pada provinsi tersebut karena partai tersebut berulang kali memperoleh dukungan besar dalam pemilu.
Adapun Kaesang sebelumnya mengingatkan para caleg agar tidak menjadikan perebutan suara sebagai sumber konflik. Ia meminta para kandidat melakukan koordinasi agar persaingan tidak berkembang menjadi persoalan internal setelah pemilu.
Baca Juga: 10 Tahun Diganggu, Ulama Bongkar Kezaliman Jokowi: Dakwah Kena Boikot, Mau Bangun Pesantren Direcoki
"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: