Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sesama Tentara AS Saling Serang di Kapal Induk Abraham Lincoln hingga Tewaskan 7 Orang

        Sesama Tentara AS Saling Serang di Kapal Induk Abraham Lincoln hingga Tewaskan 7 Orang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bentrokan maut sesama tentara Amerika Serikat dilaporkan terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden tersebut disebut menewaskan tujuh personel militer AS dan melukai sejumlah lainnya.

        Laporan mengenai bentrokan itu disampaikan media Iran, Tasnim News Agency. Hingga kini, belum ada konfirmasi langsung dari militer AS maupun Gedung Putih mengenai laporan tersebut.

        USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk yang dikerahkan Amerika Serikat selama konflik dengan Iran. Kapal tersebut kini dilaporkan beroperasi di Samudra Hindia untuk menjalankan misi blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

        Menurut laporan Tasnim yang dikutip Press TV, bentrokan bermula ketika seorang penasihat Komandan CENTCOM Brad Cooper naik ke kapal. Kedatangannya disebut untuk merespons keluhan awak kapal mengenai lamanya masa penugasan.

        Keluhan tersebut juga muncul setelah keluarga para personel militer AS memprotes panjangnya pengerahan kapal induk. Kondisi itu disebut menimbulkan tekanan semakin besar di kalangan awak kapal.

        Penasihat tersebut dilaporkan mendapat sambutan berupa cemoohan dari para personel. Botol air juga disebut dilemparkan ketika penasihat itu berbicara di hadapan awak kapal yang berkumpul.

        Situasi kemudian berubah menjadi konfrontasi fisik. Sejumlah personel disebut terlibat perkelahian dengan menggunakan pisau dan senjata tajam lainnya.

        Menurut sumber yang dikutip Tasnim, sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dalam insiden tersebut. Beberapa personel lainnya juga disebut mengalami luka-luka.

        Situasi di atas kapal dilaporkan masih tegang setelah bentrokan. Namun, rincian mengenai identitas korban dan kronologi lengkap kejadian belum dapat diverifikasi secara independen.

        USS Abraham Lincoln disebut telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Kapal tersebut juga dilaporkan telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut.

        Durasi tersebut disebut menjadi salah satu masa pengerahan tanpa henti terlama bagi kapal induk Amerika Serikat di era modern. Kapal itu hanya sempat melakukan persinggahan singkat di Oman pada Juli lalu.

        Pengerahan panjang tersebut membuat kondisi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal menjadi sorotan. Keluarga para personel mengkhawatirkan kelelahan, kesehatan mental, serta kemampuan awak menjalankan tugas secara aman.

        Baca Juga: Demi Selat Hormuz, Amerika Serikat Mulai Pertimbangkan Lupakan Perjanjian Nuklir dengan Iran

        Pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS bahkan menghadapi Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao dalam sebuah pertemuan di San Diego. Mereka mempertanyakan kondisi awak kapal dan belum adanya kepastian mengenai waktu kepulangan.

        Laporan bentrokan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap tekanan yang dialami awak USS Abraham Lincoln. Namun, karena informasi tersebut berasal dari media Iran dan belum mendapat konfirmasi dari pihak Amerika Serikat, jumlah korban serta detail kejadian masih perlu menunggu verifikasi resmi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: