Kredit Foto: Istimewa
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menggelar program uji emisi kendaraan operasional dan kendaraan logistik yang beraktivitas di kawasan pelabuhan. Program bertajuk “Merdeka Emisi” tersebut dilaksanakan serentak di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar dengan menyasar sekitar 500 kendaraan.
Mayoritas kendaraan yang mengikuti program ini merupakan kendaraan logistik, terutama truk kontainer. Dari total tersebut, sekitar 200 kendaraan mengikuti uji emisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kegiatan di Tanjung Priok turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Direktur Utama Pelindo Drajat Sulistyo, jajaran manajemen Pelindo Group, serta perwakilan asosiasi dan pelaku usaha logistik.
Suntana mengatakan pengendalian emisi kendaraan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas udara di kawasan pelabuhan. Menurut dia, pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan tingkat pergerakan kendaraan yang tinggi.
“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik,” kata Suntana di sela-sela kegiatan uji emisi di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (13/8/2026).
Sementara itu, Drajat Sulistyo mengatakan tingginya mobilitas kendaraan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan pelabuhan.
Melalui program Merdeka Emisi, Pelindo mengajak perusahaan angkutan, pengemudi, dan pelaku usaha logistik untuk menjaga kondisi kendaraan sekaligus memastikan kendaraan memenuhi standar emisi yang berlaku.
“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” ujar Drajat.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pelindo menuju pengelolaan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Pelaksanaan program juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami ingin semangat kemerdekaan tahun ini membawa pesan sederhana, bahwa lingkungan pelabuhan yang lebih bersih membutuhkan peran kita bersama. Salah satunya dengan memastikan kendaraan yang digunakan sehari-hari dirawat dengan baik dan emisinya memenuhi standar,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kendaraan menjalani pemeriksaan emisi untuk mengetahui kondisi gas buang. Kendaraan yang hasil pengujiannya belum memenuhi standar emisi diimbau melakukan pemeliharaan dan perbaikan sebelum menjalani pengujian kembali.
Uji emisi yang dilakukan langsung di kawasan pelabuhan juga dinilai memberikan kemudahan bagi pengemudi. Pemeriksaan dapat dilakukan ketika kendaraan sedang menjalankan aktivitas di pelabuhan sehingga pengemudi tidak perlu mencari lokasi pengujian di luar kawasan tersebut.
Yoga, salah seorang pengemudi truk yang mengikuti kegiatan di Tanjung Priok, mengatakan layanan tersebut membantu pengemudi dalam melakukan pemeriksaan kendaraan.
“Uji emisi di pelabuhan ini memudahkan kami. Bisa langsung periksa kendaraan saat sedang di sini, jadi tidak perlu mencari tempat uji emisi di luar,” kata Yoga.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan, Pelindo Rangkul Dua Komisaris Baru
Program Merdeka Emisi menjadi bagian dari sejumlah upaya Pelindo untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas kepelabuhanan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui efisiensi penggunaan energi dan bahan bakar, elektrifikasi peralatan dan kendaraan operasional, digitalisasi proses bisnis, serta pemanfaatan energi baru terbarukan di sejumlah fasilitas pelabuhan.
Pelindo juga menjalankan rehabilitasi dan konservasi kawasan pesisir serta program pelestarian keanekaragaman hayati di berbagai wilayah operasionalnya.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan perusahaan BUMN yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi negara. Sebagai salah satu simpul utama perdagangan nasional, pelabuhan memiliki peran dalam mendukung efisiensi rantai logistik sekaligus mendorong transisi menuju aktivitas ekonomi yang lebih rendah karbon.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: