Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Bisa Pilih Lagi di 2029, Jokowi Jaga Nilai Tawar Gibran

        Prabowo Bisa Pilih Lagi di 2029, Jokowi Jaga Nilai Tawar Gibran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peta politik menuju Pemilu 2029 berpotensi tidak sesederhana mempertahankan konfigurasi koalisi pemerintahan saat ini. Di tengah dinamika tersebut, Joko Widodo dinilai memiliki jalur politik sendiri setelah pengaruhnya terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terukur masih cukup kuat.

        Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyebut eksperimen dalam survei Indikator menunjukkan Jokowi Effect terhadap PSI mencapai sekitar 9 hingga 10 persen. Temuan ini muncul ketika elektabilitas PSI justru meningkat hingga 4,1 persen dalam survei Juli 2026.

        "Jokowi Effect itu ada terhadap PSI sampai 10 persen. Artinya sangat signifikan," ujar Djayadi dalam program Total Politik, Kamis (13/8/2026).

        Menurut Djayadi, hasil tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh Jokowi terhadap PSI dapat bekerja sebagai kekuatan tersendiri. Penilaian publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak secara otomatis menghapus pengaruh politik mantan presiden tersebut.

        Djayadi menilai Jokowi dapat menganggap hasil survei itu sebagai konfirmasi atas kemampuannya membantu PSI meningkatkan dukungan.

        "Kalau saya jadi Pak Jokowi, saya membacanya itu baru konfirmasi. Konfirmasi bahwa kalau dia ingin membantu PSI, dia bisa," katanya.

        Temuan tersebut sekaligus membuka kemungkinan perubahan kalkulasi menjelang 2029. Saat ini partai-partai pendukung Prabowo berada dalam satu kepentingan pemerintahan. Namun, kepentingan itu dapat berubah ketika memasuki momentum pencalonan presiden dan wakil presiden.

        Golkar, PAN, dan Demokrat, misalnya, diperkirakan akan memiliki kepentingan untuk mengusung kader masing-masing dalam perebutan posisi calon wakil presiden apabila Prabowo kembali maju pada 2029.

        Jika situasi tersebut terjadi, posisi Gibran berpotensi menghadapi persaingan politik baru. Statusnya sebagai wakil presiden saat ini tidak otomatis menjamin dukungan seluruh partai koalisi untuk kembali mendampinginya.

        Baca Juga: PSI Disebut Mulai Dapatkan Efek Jokowi, Dekati Ambang Batas Parlemen

        Berbeda dengan partai-partai tersebut, Jokowi justru memiliki peluang membangun kekuatan melalui PSI. Dengan pengaruh elektoral yang dalam eksperimen survei mencapai sekitar 10 persen, PSI dapat menjadi instrumen bagi Jokowi untuk memiliki basis politik yang lebih mandiri.

        Kondisi ini menjadi semakin penting karena Gerindra tetap berada di posisi teratas dengan elektabilitas sekitar 26 persen. Artinya, partai penguasa masih memiliki keuntungan politik dari posisi sebagai incumbent, sementara Jokowi mengembangkan pengaruh melalui jalur yang berbeda.

        Pada akhirnya, pertarungan 2029 tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang menguasai pemerintahan, tetapi juga oleh siapa yang mampu membangun kendaraan politik dan daya tawar secara mandiri. Dalam kalkulasi tersebut, Jokowi Effect yang masih berada di kisaran 10 persen menjadi modal yang tidak bisa begitu saja diabaikan oleh elite partai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: