Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekspor Satu Pintu via DSI, Danantara Kumpulkan Data Antar Instansi

        Ekspor Satu Pintu via DSI, Danantara Kumpulkan Data Antar Instansi Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani buka suara terkait kabar rencana kebijakan ekspor satu pintu via PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Portal ekspor satu pintu itu diharapkan dapat mengedepankan transparansi dari setiap transaksi. 

        Dengan demikian, langkah tersebut bisa mereduksi praktik-praktik curang seperti transfer pricing, under invoicing, hingga manipulasi data.

        "Dan objektifnya itu apa? Kita objektifnya itu adalah bagaimana kita bisa menekan, mereduksi dan bahkan menghilangkan transfer pricing, kemudian under invoicing, dan juga pelaporan data yang tidak benar, yang tidak akurat," ujar Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN & Nota Keuangan TA 2027 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

        Sebagai tindak lanjut, Danantara saat ini tengah mengumpulkan data-data dari berbagai kementerian/lembaga, sehingga itu semua bisa terintegrasi ke dalam satu platform.

        "Nah oleh sebab itu memang di tahap awal, kami ini bersama dengan semua kementerian dan instansi lainnya, mencoba menggabungkan data-data itu ke dalam satu platform. Tadi seperti yang saya sampaikan sedikit, kita bersama dengan kementerian keuangan, perdagangan, perhubungan, ESDM, pertanian, BI dan semua kementerian lainnya, dalam rangka kita bisa mengintegrasikan data-data itu ke dalam platform kami," urainya.

        "Sehingga kami bisa melihat, menganalisa, mengevaluasi setiap harinya, dari titik poin mana saja ekspor itu dijalankan, dari segi kuantiti, volume. Sehingga kita bisa mengetahui secara pasti berapa besarnya dari nilai jumlah, kemudian peninggalan pajaknya, kemudian nilai ekspornya, dan yang lain-lain," dia menegaskan.

        Baca Juga: Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat

        Baca Juga: Danantara Diminta Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Sekadar Andalkan APBN

        Baca Juga: Minat Motor Listrik Sepi, Danantara Siapkan Skema DP 0%

        Dalam prosesnya, Danantara telah menganalisa sekitar 6.500 transaksi yang ada sejak Juni 2026, dengan nilai transaksi kurang lebih US$14 miliar.

        "Awalnya memang kita mengevaluasi, kemudian kita tetap, bukannya kita akan melakukan jual dan beli, tapi ini tetap eksportnya dilakukan oleh para eksportir. Kita hanya sebagai agen penjual bisa mendapatkan data itu. Nah oleh sebab itu, pada saat ini itu yang peran kami lakukan, dan kami pun sedang membuat suatu dashboard secara terbuka, yang sedang kami persiapkan. Sehingga kami bisa kembali lagi memonitor, mengevaluasi semua transaksi itu yang ada secara baik dan secara detail," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: