Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat

Prabowo Minta BUMN Hanya 300, Danantara: Sangat-sangat Berat Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, proses pengurangan (streamlining) jumlah badan usaha milik negara (BUMN) menjadi hanya 300 perusahaan jadi proses yang tidak mudah dan teramat berat.

Hal tersebut turut disampaikan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Tadi juga disinggung oleh Bapak Presiden memang dari total 1.074 perusahaan BUMN, kami melakukan streamlining. Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya," ujar Rosan.

Dari 1.000 lebih perusahaan BUMN, Prabowo meminta Danantara untuk memangkasnya menjadi hanya sebanyak 300 perusahaan.  

"Memang ini harus kami akui pekerjaan yang tidak mudah dan sangat-sangat berat karena ini harus dilihat dari semua aspeknya. Tetapi ya ini memang target kami untuk streamlining sehingga kita bisa menciptakan efisiensi, kita bisa meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan aset-aset kita yang ada. Dan itu yang kita sedang jalankan juga," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menutup ratusan perusahaan pelat merah yang terus merugi. Sehingga BUMN bisa lebih menghemat pengeluaran dalam kegiatan bisnis pada akhir tahun 2026 ini. 

Dalam Pidato Kenegaraan di hadapan para anggota DPR/MPR/DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menekankan dirinya tidak ingin reputasi BUMN semakin buruk di mata masyarakat dan pihak asing. 

"Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat kita marah semuanya. Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, lapornya untung. Kita kena masalah, karena banyak perusahaan asing kan kerja sama juga dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini," tegasnya.

Baca Juga: Bos Danantara Ungkap Alasan Tempatkan PFII di Jakarta dan Bali

Baca Juga: Danantara Siapkan DDMF untuk Bangun Giant Sea Wall Pantura, Ditargetkan Rampung 8 Tahun

Baca Juga: Danantara Diminta Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Sekadar Andalkan APBN

Namun begitu, Prabowo mengaku puas dengan kinerja BUMN di masa pemerintahannya pasca dilakukan perampingan jumlah. Tak mau merasa puas, ia target melanjutkan proses penutupan 750 BUMN merugi hingga akhir tahun ini. 

"Tapi, saya dengan bangga hari ini saya lapor kepada majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31 2026, kita targetkan hanya akan miliki paling banyak 300 BUMN," kata Kepala Negara. 

"Sebanyak 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," tambah Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan