Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Dorong Bio Farma Bawa Industri Kesehatan RI ke Pasar Global

Danantara Dorong Bio Farma Bawa Industri Kesehatan RI ke Pasar Global Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan BP BUMN mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk kembali memperkuat mandat utamanya di bidang riset dan pengembangan vaksin, sekaligus memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa transformasi Bio Farma perlu diarahkan pada penguatan kembali kemampuan perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk sendiri, tidak hanya menjadi pihak yang memproduksi vaksin milik perusahaan lain.

"Sebetulnya mandatnya Bio Farma itu memang membuat vaksin. Cuma lama nggak nambah-nambah produk saja. Jadi mereka jadi pabrik vaksin orang. Sekarang kita mau balikin lagi," ujar Dony, dikutip Kamis (17/9/2026).

Penguatan riset dan pengembangan tersebut juga berjalan seiring dengan ekspansi produk dan teknologi Bio Farma ke pasar internasional. 

Dalam dua tahun terakhir, teknologi yang dikembangkan dari Indonesia telah dibawa ke sejumlah negara, termasuk Senegal, Ghana, dan India. Ke depan, Bio Farma juga diarahkan untuk memperluas produk-produknya ke sejumlah negara di Afrika.

Baca Juga: Danantara Berpeluang Pegang Saham BEI Lebih dari 5%, Ini Ketentuannya

Baca Juga: Suahasil Bungkam Ditanya soal Kelanjutan SAL hingga Dividen Danantara Rp120 Triliun

Baca Juga: Sinergi BUMN Dorong Pemberdayaan Masyarakat Banda Neira Lewat Program TJSL Terintegrasi

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Bio Farma untuk memperkuat kemampuan research & development, menghasilkan produk-produk baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan Indonesia di pasar global.

Dengan refocusing pada riset dan pengembangan, Bio Farma diharapkan tidak hanya semakin mampu menciptakan produk kesehatan sendiri, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional. 

Pada saat yang sama, penguasaan teknologi dan produk kesehatan dari Indonesia dapat terus diperluas sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi industri kesehatan di tingkat global.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan