Danantara Diminta Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Sekadar Andalkan APBN
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad meminta Danantara Investment Management (DIM) memperjelas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu dinilai penting untuk memastikan peran Danantara sebagai sumber pertumbuhan baru dalam mengejar target ekonomi 8% pada 2029.
Kamrussamad mengatakan pemerintah perlu menghitung sumber pertumbuhan secara terukur. Menurutnya, terdapat empat sumber yang perlu didorong, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi asing langsung atau penanaman modal asing (PMA), investasi dalam negeri, serta konsolidasi Danantara terhadap badan usaha milik negara (BUMN).
"Dan saya kira kehadiran Danantara ini bisa menjawab atas perwujudan daripada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Karena selama ini kita mengandalkan APBN dan investasi baik dari luar maupun dari dalam. Dengan adanya Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), kita harapkan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang berkualitas," ujar Kamrussamad di Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Namun, DPR masih menunggu perhitungan konkret mengenai kontribusi Danantara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Ini yang kami belum dapatkan hitungannya di DPR dari pemerintah, khususnya dari Danantara. Dan kita minta DIM (Danantara Investment Management) untuk segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai SOE (State-Owned Enterprise). Ini yang kita tunggu," ujar Kamrussamad.
Menurutnya, kejelasan perhitungan tersebut diperlukan agar peran Danantara sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dapat diukur melalui dampaknya terhadap perekonomian.
Ekonomi Tumbuh 5,29%
Dorongan terhadap peran Danantara disampaikan ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29%. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,4%.
Kamrussamad menilai capaian tersebut menunjukkan mulai terasa dampak arah kebijakan program prioritas nasional terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk mencapai target 8% pada 2029, pemerintah membutuhkan sumber pertumbuhan yang lebih kuat dan terukur.
Dia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya produk domestik bruto (PDB). Pertumbuhan juga harus terlihat dari kemampuan ekonomi menciptakan lapangan kerja.
"Setiap pertumbuhan ekonomi 1% haruslah bisa menciptakan lapangan kerja. Berapa angka lapangan kerja yang tercipta? Berdasarkan rumus para ahli ekonomi kita, mengatakan setiap pertumbuhan ekonomi 1% membuka 900 ribu lebih lapangan kerja baru," katanya.
Karena itu, Kamrussamad meminta pemerintah memastikan sektor-sektor yang menjadi sumber pertumbuhan sekaligus pencipta lapangan kerja. Dia juga mempertanyakan sejauh mana program hilirisasi mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Selain memperkuat peran Danantara, Kamrussamad meminta pemerintah memperbaiki koordinasi lintas sektor, terutama antara kementerian koordinator dan kementerian teknis. Implementasi program pemerintah, menurut dia, perlu diperbaiki agar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
Baca Juga: Danantara Didesak Buka Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi untuk Kejar Target 8%
Baca Juga: Purbaya Ingin Tarik Dividen BUMN ke APBN, Danantara Bakal Kelimpungan
Baca Juga: Prabowo Siapkan Keuntungan Danantara Jadi Cadangan APBN
Dia juga meminta pemerintah memperkuat komunikasi untuk mengurangi uncertainty atau ketidakpastian di pasar dan masyarakat. Kesinambungan kebijakan dinilai diperlukan agar dunia usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan aktivitas bisnis dan investasi.
"Yang ada adalah kesinambungan (sustainability) sehingga arah kebijakan pemerintah dirasa itu betul-betul pro-growth(pro-pertumbuhan), pro-job (pro-lapangan kerja), dan juga pro-business untuk mendorong dunia usaha," katanya.
Kamrussamad berharap strategi pertumbuhan ekonomi ke depan tidak hanya bertumpu pada kapasitas fiskal pemerintah. Danantara diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai sumber investasi baru yang ikut memperkuat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri