Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Ada Kenaikan Gaji atau Tunjangan, Isu Kesejahteraan Guru Tak Muncul dalam Pidato Prabowo

        Tak Ada Kenaikan Gaji atau Tunjangan, Isu Kesejahteraan Guru Tak Muncul dalam Pidato Prabowo Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isu kesejahteraan guru yang sudah dinanti-nanti tidak muncul secara khusus dalam pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR RI 2026. Hal tersebut membuat kecewa Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

        Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyayangkan absennya pembahasan tersebut, mengingat kesejahteraan tenaga pendidik dinilai menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan nasional.

        Baca Juga: Soal Kabinet Bayangan Era Prabowo, Rocky Gerung: Kelihatannya... Bukan Menggantikan, Enggak Tuntas

        “Ada satu tadi yang sebenarnya kami tunggu kami adalah bagaimana pemerintah mengajukan formula atau skema tentang kesejahteraan guru,” kata Lalu, dikutip Sabtu (15/8/2026).

        Meski tidak disinggung dalam pidato presiden, ia memastikan pihaknya tidak akan mengesampingkan persoalan tersebut. Komisi X akan membawa isu kesejahteraan tenaga pendidik dalam pembahasan anggaran pendidikan bersama pemerintah.

        Bagi Lalu, peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan pendapatan. Kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

        Lalu mengatakan pembahasan mengenai kesejahteraan guru akan kembali dibawa ketika pihaknya dan pemerintah membahas pagu definitif anggaran pendidikan.

        “Karena itu tadi tidak disebut, maka di rapat pembahasan pagu definitif tentu kami akan bahas bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” imbuhnya.

        Ia menegaskan perhatian pihaknya tidak hanya diarahkan pada aspek administratif atau status kepegawaian guru. Komisi X juga mendorong adanya peningkatan pendapatan yang lebih konkret melalui kenaikan gaji maupun tunjangan.

        Menurut Lalu, tenaga pendidik tidak seharusnya tertinggal ketika kelompok profesi lain memperoleh peningkatan penghasilan.

        “Kenaikan gaji dan tunjangan. Kalau hakim naik, tentara dan polisi tukinnya naik, maka guru dan dosen juga kami dorong untuk naik gaji dan tunjangannya,” ujarnya.

        Sebelumnya, Prabowo dalam pidatonya memang membahas sektor pendidikan. Namun, fokus yang disampaikan Presiden lebih banyak berkaitan dengan percepatan revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia.

        Pemerintah menargetkan sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMA. Hal itu termasuk yang berada di berbagai pelosok daerah, dapat direvitalisasi secara bertahap hingga 2029.

        Baca Juga: Pernah Kantongi 27 Juta Suara, Ganjar Pranowo Ungkap Peluangnya Kembali Maju Jadi Capres di 2029

        Program tersebut tidak hanya diarahkan pada pembangunan atau perbaikan bangunan fisik sekolah. Revitalisasi juga ditujukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak dari Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: