- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan Ini, Sentimen BI dan MSCI Jadi Perhatian Investor
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Senin (18/8/2026). Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menilai indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positif setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan sebelumnya.
IHSG ditutup menguat 1,59% atau 100 poin ke level 6.401.88 pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Namun, penguatan tersebut masih diwarnai aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sekitar Rp397 miliar.
Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual asing, di antaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Menurut Fanny, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski pergerakan indeks berpeluang terbatas, sentimen positif masih cukup kuat untuk menopang IHSG.
Dari sisi teknikal, area support IHSG berada di 6.300–6.330, sedangkan resistance berada di 6.450–6.500.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan masih terbuka. Jika berhasil menembus area resistance, momentum kenaikan berpotensi semakin kuat," kata Fanny.
Sebaliknya, investor perlu mewaspadai apabila IHSG justru bergerak turun dan menembus area support. Kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi peningkatan tekanan jual di pasar.
Pandangan positif juga datang dari MNC Sekuritas. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, dengan support di level 6.324 dan resistance di 6.425.
Selain faktor teknikal, investor akan mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan pada pekan ini.
"MNC Sekuritas memperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%," kata riset harian MNC Sekuritas.
Keputusan tersebut menjadi salah satu sentimen penting karena arah suku bunga dapat memengaruhi pergerakan pasar saham, nilai tukar, hingga aliran dana investor.
Di sisi lain, perkembangan MSCI juga masih menjadi perhatian pasar, terutama terkait potensi dampaknya terhadap aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.
Baca Juga: 10 Saham Ini Terbang Tinggi Disaat IHSG Tertekan, Ada Garuda Indonesia
Baca Juga: Haji Isam Siap Akuisisi 62,2 Persen Saham Bayan Resources
Baca Juga: Saham Konglo Ini Jadi Penggerak Selama Sepekan, Ada BYAN, SRAJ, DSSA, hingga BREN
Dalam sepekan terakhir, investor asing tercatat membukukan net sell sekitar Rp1,58 triliun. Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, asing sempat mencatatkan net buy Rp725,21 miliar. Namun, kondisi berbalik pada perdagangan berikutnya dengan net sell Rp1,41 triliun pada 13 Agustus 2026 dan kembali mencatatkan net sell Rp1,03 triliun pada 14 Agustus 2026.
Dengan kombinasi momentum penguatan IHSG, sentimen suku bunga BI, serta perkembangan aliran dana asing, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini.
"Level support menjadi area penting yang perlu dipertahankan, sementara penembusan resistance dapat menjadi sinyal semakin kuatnya momentum kenaikan indeks," ungkap MNC Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan