Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kawal Ketat Restrukturisasi WIKA, Danantara Tak Ingin Ada Akal-akalan

        Kawal Ketat Restrukturisasi WIKA, Danantara Tak Ingin Ada Akal-akalan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk WIKA) guna membahas seputar program restrukturisasi BUMN Karya.  

        Dalam pertemuan ini, Dony menekankan strategi terkait restrukturisasi perusahaan yang dimulai dari penataan laporan keuangan yang presisi. 

        "Kita melakukan itu realistis aja. Enggak mau tuh akal-akalan, yang realistis aja. Kalau memang enggak ada nanti caranya beda lagi," ujar dia dalam tayangan virtual, Kamis (20/8/2026).

        Dony menegaskan, Danantara mengawal ketat laporan keuangan BUMN Karya yang nyata dan sesuai dengan kondisi perusahaan. Ini agar pembenahan BUMN Karya seperti WIKA bisa optimal tak hanya di atas kertas, melainkan juga mencerminkan perbaikan perusahaan yang nyata. 

        "Tapi maksud saya kita pingin tahu dulu real-nya berapa yang harus diperbaiki. Hal yang lain-lain, khayalan itu kita coret aja udah semua, anggap udah enggak ada, impossible," seru dia. 

        "Jadi kita pingin tahu berapa sih sebetulnya yang dibutuhkan, mampunya itu yang real, yang memang immediately bisa kita collect," tegas dia. 

        Selain itu, restrukturisasi WIKA juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset yang akan didivestasi guna mengurangi kewajiban utang perusahaan.

        Baca Juga: BEI Suspensi 5 Saham, WIKA hingga AGAR Kena Setop

        Baca Juga: WIKA dan WSKT Terancam Delisting, Ini Kata Bos Danantara

        Baca Juga: Danantara Tegaskan Pembiayaan Kopdes Tak Akan Ganggu Bank BUMN

        Adapun saat ditemui di Kompleks DPR RI pada Selasa (18/8/2026) lalu, Dony mengutarakan, pihaknya di tahap awal ingin melakukan proses penyehatan secara menyeluruh pada BUMN Karya. Sehingga tidak turut mengganggu para investor yang jadi pemegang saham. 

        "Buat saya yang paling penting itu dari fundamentalnya real. Kalau kita lakukan secara fundamental tidak baik tetap di bursa, juga akan kasihan juga pada investornya," ujar dia. 

        "Intinya saya tidak ingin bahwa, oh sudah dibetulin, seolah-olah nanti meledak lagi. Saya tidak ingin bekerja seperti itu," kata Dony seraya menekankan.

        Terkait adanya potensi saham WIKA dan WSKT yang terancam terdepak dari bursa, ia memaklumi bahwa hal tersebut merupakan proses transformasi yang harus dihadapi. 

        "Tetapi yang paling penting itu, perusahaan ini tidak lagi hanya sekedar cover-nya yang baik. Kita ingin secara fundamentalnya memang baik. Inilah makanya pekerjaannya itu sangat dalam detail satu per satu," jelas Dony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: