Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Motor Listrik, Insentif Mulai September 2026

        Pemerintah Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Motor Listrik, Insentif Mulai September 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk program insentif pembelian motor listrik. Program tersebut ditujukan untuk mendukung target 1 juta motor listrik produksi dalam negeri.

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan setiap pembelian motor listrik akan mendapatkan insentif sebesar Rp3 juta. Nilai tersebut lebih rendah dari rencana awal pemerintah sebesar Rp5 juta per unit.

        "Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp3 juta. (Anggarannya) Rp3 triliun," ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/8).

        Purbaya memperkirakan anggaran tersebut belum terserap seluruhnya pada 2026. Kondisi itu dipengaruhi kapasitas produksi motor listrik nasional yang dinilai belum mampu mencapai 1 juta unit.

        "Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun," katanya.

        Pemerintah masih akan memantau penyerapan anggaran hingga akhir tahun. Purbaya juga membuka kemungkinan penambahan anggaran apabila kebutuhan program meningkat.

        "Nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," ujarnya.

        Sebelumnya, Purbaya menyebut penyaluran insentif motor listrik ditargetkan mulai September 2026. Ia juga akan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai pelaksanaan program tersebut.

        Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3 Triliun

        Pelaksanaan program masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah juga perlu memastikan aturan tersebut terbit sebelum insentif mulai disalurkan.

        "Dia (Menperin) belum bicara sama saya. Nanti saya datangi dia deh besok. Harusnya sih September sudah jalan itu (insentif)," ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: