Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap potensi penghematan anggaran dari penataan penyaluran BBM subsidi. Pemerintah memperkirakan penghematan tersebut dapat mencapai sekitar 10 persen.
Purbaya mengatakan pemerintah masih menghitung nilai penghematan yang bisa diperoleh. Salah satu skema yang disiapkan adalah membatasi akses BBM subsidi bagi masyarakat kelompok desil 10.
"Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah," ujarnya ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (20/8).
Purbaya menegaskan kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk memperketat penyaluran BBM subsidi. Pemerintah ingin memastikan subsidi hanya diterima masyarakat yang dinilai berhak.
"Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10, kita batasin dulu," kata Purbaya.
Rencana tersebut berkaitan dengan penataan penyaluran BBM jenis Pertalite. Pemerintah sebelumnya membahas opsi pembatasan pembelian bagi masyarakat kelompok mampu yang masuk desil 9 dan 10.
Purbaya telah bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas rencana tersebut pada Selasa, 11 Agustus 2026. Pemerintah masih melakukan kajian sebelum menerapkan kebijakan pembatasan.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 10, Berlaku Beberapa Bulan Lagi
Bahlil sebelumnya memastikan mekanisme pembelian Pertalite masih berjalan seperti biasa. Kebijakan tersebut belum berubah selama kajian pemerintah belum menghasilkan keputusan.
"Pembatasan pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: