Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), kali ini menyasar jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Bukan perkara biasa, operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik turut menyita uang ratusan juta rupiah dalam operasi tersebut. Dugaan perkara yang tengah ditangani berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
"Terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Kabinet Bayangan Diam-diam Disiapkan sebagai Buzzer Anies Baswedan? Orang Dalam Buka Suara
Budi menyayangkan perkara tersebut terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, institusi pendidikan semestinya tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan nilai integritas.
"KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan. Ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai dan karakter," ujarnya.
"Transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," ucap Budi.
OTT terhadap jajaran Unsoed tersebut menjadi operasi tangkap tangan ke-19 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Dalam operasi itu, sejumlah pejabat penting di lingkungan rektorat ikut diamankan.
Baca Juga: Eks Waka BGN Lodewyk Ditelepon Seskab Teddy Malam-malam Sebelum Ditangkap Kejagung, Sampaikan...
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq termasuk pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut.
Selain rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo juga dikonfirmasi turut terjaring OTT.
Namun, soal keterlibatan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unsoed Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Unsoed Prof. Waluyo Handoko, Setyo mengaku belum memperoleh informasi terbaru.
"Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri