KPK Disebut Sedang Terapkan Strategi 'Makan Bubur Panas' Menyisir dari Pinggir Dulu, Raja Juli Tinggal Tunggu Waktu
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengarahkan penyidikan kasus dugaan suap izin lahan kehutanan di Kuantan Singingi (Kuansing) ke lingkaran kementerian.
Langkah krusial ini ditandai dengan pemanggilan Andi Saiful Haq, Staf Khusus Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, pada Jumat (21/8/2026).
urnalis senior Hersubeno Arief menilai, manuver KPK ini merupakan sinyal kuat bahwa pemeriksaan terhadap sang menteri hanya tinggal menunggu waktu.
Menurut Hersubeno, strategi penyidikan KPK saat ini ibarat pepatah "memakan bubur panas", menyendok perlahan dari bagian pinggir yang dingin sebelum menyentuh inti yang panas.
Setelah memeriksa pejabat daerah di Kuansing seperti Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, hingga pengurus Koperasi Unit Desa (KUD), KPK kini mulai bergerak ke pusat kekuasaan.
"Kita tidak bisa melihat ini sekadar rutinitas administrasi atau pemanggilan saksi biasa. Ini sinyal kuat bahwa sendok KPK sudah mulai bergeser. Tadinya di pinggiran piring, sekarang bergerak mendekati pusat pusaran panas kekuasaan," analisis Hersubeno.
Sayangnya, agenda pemeriksaan tersebut tidak berjalan mulus. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Andi Saiful Haq mangkir dari jadwal pemeriksaan pukul 15.00 WIB tanpa memberikan keterangan apa pun.
KPK dijadwalkan akan melayangkan panggilan kedua dan siap menggunakan kewenangan jemput paksa jika saksi kembali tidak kooperatif tanpa alasan yang jelas.
Kasus yang berawal dari Riau ini kini dipastikan akan memanaskan suhu politik di Jakarta. Hal ini tak lepas dari latar belakang Andi Saiful Haq yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta posisi Raja Juli Antoni sebagai menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto sekaligus Sekretaris Jenderal PSI.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: