Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jawa Barat Masih Bermasalah, Dedi Mulyadi Sibuk Cari Panggung di NTT

        Jawa Barat Masih Bermasalah, Dedi Mulyadi Sibuk Cari Panggung di NTT Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah, menilai kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu korban gempa sarat dengan nuansa pencitraan politik.

        Menurutnya, aksi turun langsung memang baik sebagai bentuk kepedulian, namun dibalut dengan kepentingan populis yang kental.

        "Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu," ujar Dedi Kurniansyah, dikutip Minggu (23/8).

        Baca Juga: Di Saat Dedi Mulyadi Bagikan Bagikan Rp18 Juta ke Warga NTT, Ada yang Bilang 'Lagi Cosplay Jadi Presiden'

        Menurutnya, kehadiran KDM bersama rombongan besar justru tidak efisien karena menimbulkan biaya tambahan di luar nilai bantuan. Ia menduga kehadiran langsung itu lebih terkait dengan upaya membangun citra sebagai pemimpin dekat rakyat, apalagi KDM aktif mengemas aktivitasnya di media sosial.

        Dedi Kurniansyah bahkan menyebut fenomena ini sebagai “sindrom selebritis”, di mana seorang pejabat haus pujian dan simpati publik. Ia membandingkan dengan sejumlah kepala daerah lain yang juga menyalurkan bantuan tanpa menjadikannya panggung politik populis.

        "Tentu tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang sama-sama membantu, tetapi tidak dijadikan kepentingan politik populis," ucapnya.

        Meski begitu, ia menegaskan bahwa Dedi Mulyadi tetap memiliki hak melakukan berbagai kegiatan sebagai kepala daerah. Namun publik diingatkan agar tidak terjebak pada citra yang ditampilkan di media sosial, melainkan menilai hasil nyata dari kepemimpinannya di Jawa Barat.

        "Publik harus tetap memahami jika Dedi Mulyadi punya hak melakukan apapun tetapi jangan sampai terlena dengan hasil hiasan media sosial," ujarnya.

        Dedi Kurniansyah menyoroti bahwa Jawa Barat masih menghadapi persoalan serius, mulai dari banjir yang berulang hingga tingkat kemiskinan yang tinggi. Menurutnya, isu-isu tersebut seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bukan sekadar pencitraan di luar wilayah.

        "Karena mungkin punya orientasi politik yang lebih besar," tandasnya.

        Sebelumnya, KDM  terbang langsung ke NTT pada Jumat (21/8/2026) untuk membantu korban gempa. Kunjungan ini dilakukan setelah sejumlah warga NTT meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jabar itu melalui media sosial.

        Ia membawa bantuan senilai Rp4,5 miliar. Dana tersebut dihimpun dari gotong royong Pemprov Jabar, Baznas Jabar, Bank BJB, Apindo, Kadin, serta donasi pribadi KDM sebesar Rp4 miliar.

        Wali Kota Depok, Supian Suri, turut mendampingi KDM dengan membawa tambahan sumbangan Rp500 juta hasil donasi ASN dan masyarakat Kota Depok.

        Baca Juga: Jangan Sampai Keduluan Gibran, Dedi Mulyadi Diminta Terbang ke Kalimantan

        "Kita hari ini membawa bantuan sebesar Rp4,5 miliar. Rp4 miliar dari provinsi (Jabar) dan Rp500 juta dari kota depok," ujar KDM dalam video yang dibagikan pada akun media sosialnya di Instagram.

        Selain bantuan materi, Pemprov Jabar juga memberangkatkan 20 relawan gabungan dari BPBD Jabar dan Kwarda Pramuka Jabar untuk membantu operasi pertolongan di titik-titik pelosok yang sulit dijangkau.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: