Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BNPB Catat 72.798 Hektare Lahan Terbakar, Kalbar Sumbang 38.310 Hektare

        BNPB Catat 72.798 Hektare Lahan Terbakar, Kalbar Sumbang 38.310 Hektare Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai sekitar 72.798 hektare. Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi dengan luas lahan terbakar paling besar.

        Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyebut luas karhutla di Kalbar mencapai 38.310,89 hektare. Sebanyak 10.010 personel satgas darat dikerahkan untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut.

        Berikut data luas karhutla yang dicatat BNPB:

        • Kalbar: 38.310,89 hektare
        • Riau: 16.249,24 hektare
        • Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
        • Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
        • Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
        • Jambi: sekitar 658,29 hektare

        Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 72.798,73 hektare. Sementara itu, jumlah satgas darat yang dikerahkan di enam provinsi mencapai 57.267 personel.

        Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Pandjaitan mengatakan kekeringan menjadi salah satu kendala utama pemadaman. Petugas juga kesulitan mendapatkan sumber air di sejumlah lokasi.

        "Pertama, kekeringan dangan banyak hari tanpa hujan. ⁠Kesulitan mendapatkan air di lapangan termasuk di kalsel. Butuh sumur dan normalisasi kanal," ujar Berton.

        Di tengah penanganan karhutla, pemerintah juga menyelidiki dugaan keterlibatan korporasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut ada empat korporasi di Kalimantan Barat yang sedang dalam proses penyelidikan.

        Baca Juga: KSAL Sebut Karhutla di Kalimantan Tidak Separah yang Viral di Media Sosial

        "Ya, yang tadi dilaporkan ada empat korporasi yang sedang dalam proses penyelidikan. Di Kalimantan Barat," kata Prasetyo di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8).

        Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo Subianto meminta pelanggaran yang menyebabkan karhutla ditindak tegas. Penindakan berlaku bagi individu, korporasi, maupun pihak yang memberikan perintah membuka lahan dengan cara membakar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: