Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh
Kredit Foto: Reuters/Morteza Nikoubazl
Iran memperingatkan negara-negara di dunia agar tidak ikut dalam "perang ekonomi" yang dilancarkan Amerika Serikat (AS). Teheran menegaskan negara yang bergabung dalam tekanan ekonomi tersebut akan dianggap sebagai musuh.
Peringatan itu disampaikan Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezai di televisi pemerintah Iran. Ia meminta negara lain tidak mengikuti kampanye AS untuk mengisolasi perekonomian Iran.
"Kami menyatakan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," kata Rezai.
"Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," tambahnya.
Rezai juga mengancam akan merugikan kepentingan negara yang memilih tetap mendukung AS. Ia mengatakan Iran masih memiliki sejumlah langkah lain dalam menghadapi tekanan Washington.
"Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, tapi jika mereka ingin menjatuhkan sanksi ekonomi kepada kami, Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami akan menyerang perusahaan-perusahaan tersebut," ujarnya.
Rezai bahkan memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa konflik dapat berubah menjadi lebih besar jika Washington mengambil langkah ekonomi terhadap Iran. "Jika Trump mengambil tindakan, konfrontasi kami akan bagaikan gempa bumi," katanya.
Baca Juga: Israel Siapkan Serangan Lagi ke Iran, Netanyahu Disebut Tak Bisa Bergantung pada AS
Sebelumnya, Washington meminta negara-negara lain bergabung dalam upaya mengisolasi ekonomi Iran. AS secara khusus mendorong China ikut dalam kampanye tersebut karena Beijing merupakan salah satu mitra strategis utama Teheran.
China menolak inisiatif AS dan menilai sanksi ekonomi tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Sementara itu, Uni Emirat Arab pada Selasa (18/8) mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: