Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Asli atau Palsu, Bonjowi Punya Cara Lain Telusuri Ijazah Jokowi

        Bukan Asli atau Palsu, Bonjowi Punya Cara Lain Telusuri Ijazah Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kelompok Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) memilih jalur unik dalam menelusuri kontroversi ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Anggota Bonjowi, Lukas Luwarso, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terjebak dalam perdebatan hitam-putih soal ijazah asli atau palsu.

        Bonjowi menggunakan pendekatan yang disebut “jalan ketiga”, terinspirasi dari gagasan sosiolog Anthony Giddens dalam konsep The Third Way.

        “Jadi intinya kami ingin kalau saya boleh agak ilmiah, menggunakan paradigma Anthony Giddens. Tahun 90-an Anda pernah membaca buku The Third Way,” ujar Lukas dalam program Rakyat Bersuara di kanal YouTube iNews, dikutip Minggu (23/8).

        Dengan pendekatan tersebut, Bonjowi berusaha memastikan terlebih dahulu apakah ada dokumen autentik yang bisa diverifikasi terkait perjalanan pendidikan Jokowi. Lukas menegaskan, penilaian keaslian dokumen hanya bisa dilakukan jika bukti formal tersedia.t.

        “Terlepas asli atau palsu, mari kita tengok, apakah ada dokumen-dokumen yang mendukung bahwa ijazah Jokowi didapatkan melalui proses yang benar, dan didukung oleh bukti-bukti,” katanya.

        Bonjowi pun mengajukan permintaan resmi kepada lima institusi: KPU, KPU DKI Jakarta, KPU Solo, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan kepolisian. Dari masing-masing lembaga, mereka meminta puluhan dokumen, mulai dari ijazah asli, salinan, transkrip nilai, KRS, KHS, skripsi, surat pembimbing, berita acara sidang, SK yudisium, hingga bukti wisuda.

        “Jadi kita meminta ditunjukkan ijazah asli. Itu kan semacam prosedur yang kita minta secara formalitas. UGM bisa pinjam kepada Jokowi,” ujar Lukas.

        Lukas menekankan, permintaan dokumen ini bukan untuk sekadar membuktikan ijazah asli atau palsu, melainkan untuk memperoleh bahan penelitian yang bisa diuji secara ilmiah.

        Baca Juga: SEMA 3/2026 Jadi Gong Pertarungan Sesungguhnya Jokowi dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa

        “Karena terus terang kami tidak seperti yang dilakukan Roy Suryo dan kawan-kawan, kami tidak ingin terjebak dalam perdebatan-perdebatan asumtif, asli atau palsu. Kita gak bisa membuktikan asli atau palsu,” kata Lukas.

        “Kita baru bisa melakukan penilaian itu asli atau palsu setelah memang mendapatkan bukti-bukti autentik dokumen yang bisa diverifikasi,” tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: