Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Fitch Soroti Risiko Danantara di Balik RAPBN 2027

        Fitch Soroti Risiko Danantara di Balik RAPBN 2027 Kredit Foto: Setkab
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menilai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menunjukkan upaya pemerintah menjaga disiplin fiskal. Namun, Fitch mengingatkan adanya risiko dari pembiayaan kuasi-fiskal, terutama melalui Danantara dan badan usaha milik negara (BUMN), yang berpotensi menambah beban pemerintah di kemudian hari.

        Direktur Peringkat Obligasi Negara Fitch (Hong Kong) Limited, George Xu mengatakan target defisit sebesar 2,4% terhadap PDB masih berada di bawah batas 3%. Meski demikian, pemerintah perlu menjaga agar kebutuhan pembiayaan tidak semakin banyak dilakukan melalui jalur di luar APBN.

        "Risiko tetap ada bahwa kebutuhan pembiayaan dapat semakin dipenuhi melalui saluran kuasi-fiskal, yang dapat melemahkan transparansi fiskal dan merusak manajemen fiskal dari waktu ke waktu," ujar George dalam keterangan tertulisnya, seperti diberitakan Minggu (23/8/2026).

        Dia mengaku, Danantara menjadi perhatian karena mandatnya dapat semakin luas. Salah satunya melalui Danantara Development Management Fund (DDMF) yang dibentuk untuk membiayai proyek infrastruktur strategis yang belum layak secara komersial.

        Menurut dia, jika peran Danantara berkembang untuk mendukung lebih banyak program pemerintah, potensi kewajiban yang pada akhirnya harus ditanggung negara juga dapat meningkat.

        Fitch turut mencermati rencana pengalihan sebagian dividen BUMN yang diterima Danantara ke APBN. Kebijakan ini dapat membantu mengurangi kebutuhan utang, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap posisi fiskal pemerintah masih perlu diperjelas.

        Di sisi lain, target defisit 2,4% juga dinilai belum sepenuhnya aman. Fitch melihat adanya kemungkinan perubahan selama pembahasan anggaran, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya ketika target defisit meningkat setelah pemerintah menambah belanja.

        Baca Juga: Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik Jadi Rp272,9 T, Pemerintah Masih Kaji Besaran Final

        Baca Juga: Judi Online Bikin Daya Beli Terancam, Pemerintah Siapkan Jurus di RAPBN 2027

        Baca Juga: Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik Jadi Rp272,9 T, Pemerintah Masih Kaji Besaran Final

        Asumsi pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% juga dinilai cukup optimistis. Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5%, dengan sejumlah risiko yang masih membayangi, seperti ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak dunia, dan perlambatan ekonomi negara mitra dagang.

        Fitch juga menilai rendahnya penerimaan negara masih menjadi persoalan struktural. Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara Rp3.426 triliun, sementara belanja mencapai Rp4.097,2 triliun.

        Dengan ruang fiskal yang terbatas, Fitch menilai keberhasilan menjaga kesehatan keuangan negara tidak cukup hanya dengan mempertahankan defisit di bawah 3%. Transparansi pembiayaan melalui Danantara dan lembaga negara lainnya juga akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor dan kredibilitas fiskal Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: