Kredit Foto: Setkab
Tekanan global akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi belum mampu mengguncang fondasi ekonomi Indonesia. Di tengah ketidakpastian tersebut, pemerintah menegaskan kondisi makroekonomi nasional tetap stabil dan terkendali.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa posisi Indonesia masih relatif kuat dibanding negara sekelasnya. Ia menilai ketahanan ini menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor global tetap terjaga.
“Dibandingkan negara-negara sekelas, Indonesia tumbuh lebih kuat dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi,” ujarnya dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, kondisi ini ditopang inflasi rendah, fiskal yang sehat, serta bantalan eksternal yang solid.
Di sisi lain, Fitch Ratings memang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB. Namun, lembaga tersebut menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif sebagai sinyal adanya risiko ke depan.
Meski begitu, pemerintah menilai fundamental ekonomi domestik masih berada dalam kondisi yang kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi 5,11 persen sepanjang 2025 yang tetap terjaga di tengah tekanan global.
Selain itu, defisit fiskal juga berhasil dijaga di bawah ambang batas 3 persen. Rasio utang terhadap PDB berada di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas aman internasional sebesar 60 persen.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Indonesia juga tetap terkendali dalam kisaran target bank sentral. Per Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 3,48 persen secara tahunan dengan inflasi inti 2,52 persen.
Juda menegaskan bahwa kekuatan fundamental tersebut menjadi kunci dalam menjaga persepsi positif investor. Ia juga memastikan pemerintah tidak mengabaikan catatan dan kekhawatiran dari lembaga pemeringkat global.
“Fitch Ratings baru-baru ini menyoroti sejumlah kekhawatiran yang valid. Saya dapat memastikan kami menangani kekhawatiran tersebut secara langsung,” katanya.
Baca Juga: FTSE Russell Pertahankan Status Secondary Emerging Market untuk Indonesia, OJK Terus Kuatkan Integritas Pasar Modal
Ia menambahkan bahwa peringkat investment grade yang dimiliki saat ini merupakan hasil dari disiplin kebijakan selama bertahun-tahun.
Pemerintah pun berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan di tengah tantangan global yang terus berkembang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ekonomi Indonesia tetap tangguh, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.
Kombinasi stabilitas domestik dan respons kebijakan yang terukur membuat Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan kuat. Meski tekanan global belum mereda, arah kebijakan yang konsisten menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: