Fitch Pantau Dampak Mundurnya Perry Warjiyo, Soroti Risiko terhadap Kepercayaan Investor
Kredit Foto: Setkab
Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Kondisi tersebut menjadi tambahan tekanan bagi perekonomian Indonesia yang masih menghadapi berbagai risiko eksternal.
Director Asia-Pacific Sovereign Ratings Fitch Ratings, George Xu, menyatakan lembaganya akan terus memantau perkembangan proses pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia, termasuk bagaimana transisi tersebut memengaruhi kredibilitas kebijakan moneter dan persepsi pasar terhadap independensi bank sentral.
Menurut Fitch, mundurnya Perry terjadi ketika sentimen investor terhadap aset Indonesia masih rapuh. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter ke depan, terlebih setelah mandat Bank Indonesia menjadi lebih luas dalam beberapa tahun terakhir.
"Sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan persepsi independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang lebih kompleks,” ujar Xu, Selasa (28/7/2026)
Lembaga pemeringkat itu juga memperkirakan tekanan eksternal terhadap Indonesia masih akan berlanjut. Kombinasi ketidakpastian global, persepsi terhadap independensi bank sentral, dan perubahan kepemimpinan BI berpotensi menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya pendanaan pemerintah, serta mengurangi kepercayaan investor apabila tidak direspons dengan kebijakan yang kredibel.
Baca Juga: Masalah Berlapis Pos Indonesia, Fitch Pangkas Rating ke C Usai Tak Sanggup Bayar Utang
Baca Juga: Di Balik Perry Warjiyo Tinggalkan Prabowo: Gubernur BI Dulu Tak Mundur Bahkan Saat Krisis 1998
Fitch mengingatkan bahwa pada Maret 2026 lembaga tersebut telah merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negative.
Saat itu, salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko terhadap independensi Bank Indonesia, di samping tantangan fiskal jangka menengah. Perkembangan terbaru dinilai memperkuat kekhawatiran tersebut sehingga proses transisi kepemimpinan BI akan menjadi salah satu aspek yang terus dipantau.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: