Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BNPB Bantah Ada Pemaksaan Tanda Tangan BAST Bantuan Gempa NTT

        BNPB Bantah Ada Pemaksaan Tanda Tangan BAST Bantuan Gempa NTT Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah adanya pemaksaan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan logistik gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pos Damar, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

        Bantahan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial dan media massa mengenai proses administrasi penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa.

        “BNPB menegaskan tidak ada pemaksaan dalam proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima atau BAST bantuan logistik,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Minggu (23/8/2026).

        Berton menjelaskan kronologinya. Tiga unit truk logistik dikirim dari Posko Utama BPBD di Kecamatan Borong menuju sejumlah titik pengungsian. Karena akses kendaraan berat terbatas, pengangkutan dilakukan bertahap menggunakan kendaraan yang lebih kecil.

        Ia menyebut BAST antara BNPB dan Posko Utama BPBD Kabupaten Manggarai Timur telah dilaksanakan sebelumnya. Adapun mekanisme administrasi BAST di tingkat kecamatan, kata dia, merupakan kewenangan BPBD Kabupaten Manggarai Timur.

        “Setiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

        BNPB meminta penjelasan tersebut menjadi rujukan publik agar tidak muncul informasi yang keliru di tengah masyarakat. Berton mengajak semua pihak tetap berfokus pada pelayanan bagi warga terdampak.

        "Mari bersama-sama fokus melayani masyarakat terdampak," katanya.

        Di sisi lain, BNPB menyatakan distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa di NTT terus dilakukan. Sejak 15 hingga 23 Agustus 2026, total bantuan yang telah dikirim mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.

        Baca Juga: Pengungsi Gempa NTT Tembus 161 Ribu, ISPA Capai 3.721 Kasus

        Baca Juga: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang

        Baca Juga: Istana Pastikan Komunikasi dengan Malaysia soal Asap Karhutla

        Dari jumlah tersebut, sebanyak 869 ton bantuan dikirim ke Labuan Bajo dan 356 ton ke Maumere.

        Pada Minggu (23/8), sekitar 143 ton logistik yang diangkut menggunakan 16 truk diberangkatkan melalui jalur laut dengan KRI Semarang-594 dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Labuan Bajo.

        BNPB juga mengerahkan helikopter untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan akses jalan. Pada hari yang sama, 40 paket sembako dan 150 kilogram beras dijatuhkan ke Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

        Hingga hari kesembilan penanganan bencana, jumlah warga yang mengungsi akibat gempa di NTT tercatat mencapai 161.084 jiwa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: