- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
MKNT Tunda RUPSLB, Private Placement Rp1,02 Triliun Siap Ubah Pengendali
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menunda pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan pada 24 Agustus 2026 menjadi 14 September 2026. Pemegang saham yang berhak mengikuti rapat adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada recording date 20 Agustus 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, seperti dikutip Senin (24/8/2026), salah satu agenda utama RUPSLB adalah meminta persetujuan atas rencana private placement maksimal Rp1,02 triliun melalui penerbitan hingga 1,02 triliun saham Seri B.
Saham baru tersebut memiliki nilai nominal dan harga pelaksanaan Rp1 per saham, serta setara dengan 99,46% dari total saham ditempatkan dan disetor perseroan setelah aksi korporasi.
Private placement akan dilakukan melalui konversi utang dan setoran tunai. Konversi utang senilai Rp822,92 miliar berasal dari HBEH sebesar Rp668 miliar dan MCP Rp154,92 miliar. Selain itu, MCP akan menyetor tunai Rp1,56 miliar, sedangkan lima investor independen akan menyuntikkan total Rp200 miliar.
Kelima investor tersebut adalah Suripto, John Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing Rp50 miliar, serta Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna masing-masing Rp25 miliar.
Baca Juga: Demutualisasi BEI Bakal Ditempuh Lewat Jalur Private Placement
Baca Juga: Unit Bisnis UGM (SWAP) Siap IPO di BEI, Bidik IPO Rp45,22 Miliar
Baca Juga: Saham Emiten Haji Isam Ini Dipantau BEI Usai Lonjakan Tajam
Dana tunai Rp1,56 miliar dari MCP akan digunakan untuk melunasi pembelian saham Raja Udang Malingping (RUM). Sementara Rp200 miliar dari investor independen akan menjadi modal usaha RUM dan Citra Baru Steel (CBS). Adapun konversi utang ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan MKNT yang saat ini masih mencatatkan ekuitas negatif.
Setelah private placement, modal ditempatkan dan disetor MKNT diproyeksikan mencapai Rp1,02 triliun. Liabilitas perseroan juga akan berkurang Rp822,92 miliar, sementara aset diproyeksikan menjadi Rp201,56 miliar.
Di sisi lain, pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi berpotensi mengalami dilusi maksimal 99,46%. Aksi korporasi ini sekaligus akan mengubah pengendali MKNT. HBEH akan menjadi pengendali baru setelah memperoleh 668 miliar saham MKNT melalui konversi utang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: