Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Akan Pilih CEO Bursa Mineral, Siapa Kandidatnya?

        OJK Akan Pilih CEO Bursa Mineral, Siapa Kandidatnya? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menetapkan dan memilih Direktur Utama atau Chief Executive Officer (CEO) Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

        Calon Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito mengatakan penetapan pimpinan BMKS menjadi kewenangan OJK sebagai regulator dan pengawas bursa.

        "Ya (yang menetapkan) OJK. Kita yang awasi. Dirut Bursa Efek yang ngawasi siapa? OJK," kata Sarjito dalam keterangannya di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (24/8/2026).

        Menurut Sarjito, penentuan pimpinan hanya menjadi salah satu bagian dari kesiapan BMKS. Seluruh unsur penyelenggaraan bursa harus memenuhi standar agar pasar dapat dipercaya oleh pelaku usaha.

        Ia menekankan kualitas produk mineral yang diperdagangkan harus memiliki spesifikasi yang jelas. Selain itu, sistem surveillance serta mekanisme kliring juga harus dibangun secara kredibel.

        "Semuanya harus oke. OJK yang ngawasi juga oke. Orang-orang yang menangani operasinya harus oke, penilai mutunya oke, surveillance, kemudian juga produknya oke. Kemudian hal-hal lain juga harus oke. Clearing-nya oke, kalau di pasar modal di bursanya ada clearing, ada custodian gitu," ujar Sarjito.

        Sarjito menilai kedalaman dan likuiditas pasar akan menjadi faktor penting untuk menentukan kesediaan pelaku usaha bertransaksi di BMKS.

        Menurut dia, salah satu indikator kepercayaan pasar dapat terlihat dari aktivitas price arbitrage. Dalam mekanisme tersebut, pelaku pasar membeli produk di pasar dengan harga lebih rendah dan menjualnya di pasar lain dengan harga lebih tinggi.

        "Price arbitrage itu kalau trader itu membeli di pasar yang harganya lebih murah, dia menjual di tempat pasar yang lebih tinggi. Berarti dia trust, arbitrage selalu akan ada," kata Sarjito.

        Baca Juga: Mulai 1 Januari 2027, Transaksi Tambang Hingga Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral

        Baca Juga: Sarjito Ungkap 8 Jurus Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, RI Bakal Jadi Price Maker

        Baca Juga: Sarjito Calon Kepala Bursa Mineral Spill Tiga Tantangan Bursa Komoditas RI

        Ia mengatakan pelaku pasar akan memilih bursa yang menawarkan harga wajar, likuiditas memadai, dan tingkat kepercayaan tinggi.

        "Makanya saya bilang trusted market dulu. Market-nya yang dalam, yang liquid, sehingga orang juga mau pindah. Apa anda juga setia terhadap satu produk? Tidak, kalau ada yang lebih bagus pasti pindah," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: