Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Karhutla Kalimantan Bikin Susah Negara Tetangga, Prabowo Harap Bisa Tuntas dalam Waktu...

        Karhutla Kalimantan Bikin Susah Negara Tetangga, Prabowo Harap Bisa Tuntas dalam Waktu... Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tak hanya menjadi persoalan di dalam negeri. Dampaknya mulai terasa hingga negara tetangga, dengan sejumlah wilayah Malaysia mencatat peningkatan gangguan kesehatan di tengah kualitas udara yang memburuk.

        Negara Bagian Sarawak menjadi salah satu wilayah Malaysia yang terdampak paling parah. Kondisi kabut asap tersebut bahkan diikuti lonjakan kasus penyakit asma dan infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA (URTI).

        Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengungkapkan, kasus asma melonjak hingga 259 persen pada pekan epidemiologi terbaru. Berdasarkan sistem pengawasan sentinel Kementerian Kesehatan Malaysia, kasus asma meningkat dari 61 kasus pada Pekan Epidemiologi ke-32 menjadi 219 kasus pada Pekan ke-33.

        Tak hanya asma, kasus ISPA juga mengalami kenaikan tajam. Jumlah kasus tercatat naik 124 persen, dari 1.637 menjadi 3.674 kasus dalam periode yang sama.

        Baca Juga: Pengesahan RUU Perampasan Aset Dikebut, DPR Beri Deadline Paling Lambat...

        Kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak juga berada pada level yang mengkhawatirkan. Serian mencatat angka API tertinggi mencapai 197, disusul Kuching 185, Sri Aman 178, Samarahan 176, dan Sarikei 128.

        Angka API 101 hingga 200 diklasifikasikan sebagai tidak sehat. Sementara itu, level 201-300 masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dinyatakan berbahaya.

        Persoalan karhutla yang dampaknya mulai menyeberang ke negara tetangga itu juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia menargetkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah dapat segera dikendalikan.

        Prabowo bahkan berharap persoalan tersebut dapat dituntaskan dalam waktu satu hingga dua pekan. Ia mengklaim penanganan di lapangan mulai menunjukkan perkembangan setelah berbagai unsur pemerintah dikerahkan.

        "Saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri. Syukur alhamdulillah semua unsur pemerintah daerah, kementerian-kementerian lembaga, TNI-Polri, BNPB, Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif. Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat," kata Prabowo saat meresmikan launching dan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) di Bali, Selasa (25/8).

        "Saya berharap dalam 1-2 minggu ini bisa selesai semua. Kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar. Kita telah menunjukkan negara kita kuat. Kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel. Jadi saya besar hati," ujarnya.

        Presiden juga menyinggung respons pemerintah dalam menangani bencana di sejumlah daerah sebagai bukti bahwa negara mampu bergerak cepat ketika menghadapi situasi darurat. Ia menyebut penanganan bencana di Aceh dan NTT sebagai contoh.

        "Kita mampu. Kita buktikan terus. Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," ungkap Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: