Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto meminta kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terhenti meski sejumlah fasilitas pendidikan terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Dalam rapat tersebut, Presiden meminta pemerintah menambah tenda yang dapat digunakan sebagai ruang kelas sementara bagi para siswa.
"Kalau terpaksa ini sampingnya dibuka kali ya. Kalau terpaksa sekolah enggak boleh berhenti ya, jadi tambah tenda, mau tambah orange-nya, mau tambah hijaunya, mau putih," ujar Prabowo.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kemudian melaporkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan tenda sekolah yang sedang dalam proses pengiriman ke wilayah terdampak.
Sementara itu, tenda pengungsian yang telah tersedia juga dapat dimanfaatkan sementara sebagai ruang belajar. Suharyanto menyebut tenda BNPB dapat digunakan untuk menampung sekitar 45 hingga 50 siswa, sedangkan tenda lainnya berkapasitas sekitar satu peleton atau 30 orang.
Prabowo menegaskan, keberlangsungan pendidikan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, anak-anak tetap harus mendapatkan akses pendidikan meski kondisi di wilayah terdampak masih dalam tahap pemulihan.
"Jadi sementara sekolah enggak boleh berhenti," tegas Prabowo.
Kunjungan Prabowo ke Nagekeo menjadi bagian dari peninjauan langsung pemerintah terhadap penanganan dampak gempa bumi di Flores, NTT. Presiden sebelumnya memimpin rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah pusat, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani.
Pemerintah juga memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada kebutuhan darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan fasilitas dan layanan masyarakat. Sekretariat Negara menyebut bantuan logistik dan perlengkapan telah disalurkan ke wilayah terdampak sejak 15 hingga 24 Agustus 2026, termasuk sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, dan matras.
Dengan arahan tersebut, pemerintah daerah diminta memastikan anak-anak korban gempa tetap dapat bersekolah meski sementara harus belajar di ruang darurat. Penyediaan tenda sekolah menjadi salah satu langkah agar aktivitas pendidikan tetap berjalan selama proses pemulihan fasilitas pendidikan berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: