PDIP ke Projo dan Jokowi: Katanya Acara Relawan, Kok Gak Disuruh Turun ke Daerah Bencana? Malah Ngomong Manuver Politik
Kredit Foto: Istimewa
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli menyoroti pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang meminta relawannya peka terhadap kondisi sosial dan mengaitkan aksi demonstrasi dengan kemungkinan percepatan dinamika politik nasional sebelum 2029.
Menurut Guntur, aksi masyarakat di jalan tidak seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk kepentingan politik kelompok tertentu.
Ia menilai masyarakat turun ke jalan karena persoalan yang mereka hadapi, bukan untuk mendorong percepatan pergantian kekuasaan.
"Rakyat turun ke jalan karena korupsi, karena harga hidup makin berat, karena keadilan yang timpang, bukan karena ingin ada percepatan kekuasaan untuk kelompok tertentu," ujar Guntur.
Guntur juga mempertanyakan sikap Projo yang membahas dinamika politik dalam forum relawan. Menurutnya, para relawan semestinya dapat diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Acara katanya relawan, relawannya kok gak dikirim ke NTT, dikirim ke beberapa titik-titik bencana malah manuver-manuver politik saja yang diomongin," kata Guntur.
Guntur kemudian menyoroti pernyataan Budi Arie yang menyebut adanya "anomali" di tengah masyarakat dan mengaitkannya dengan kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Budi Arie sebelumnya juga menyinggung aksi demonstrasi 27 Agustus sebagai salah satu kondisi yang perlu diwaspadai.
Guntur mempertanyakan siapa yang sebenarnya diuntungkan dari situasi tersebut. Ia menduga pernyataan Budi Arie justru dapat mengarahkan aksi masyarakat ke dalam kepentingan politik tertentu.
"Budi Arie bicara di depan Jokowi, minta Projo peka terhadap anomali, menyebut demo 27 Agustus sebagai riak yang harus diwaspadai. Tapi coba tanya balik. Riak siapa yang sebenarnya sedang dipelihara di sini?" ujar Guntur.
Ia menilai masyarakat sudah lelah menghadapi berbagai persoalan, sehingga aksi mereka tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan manuver politik.
"Rakyat sudah cukup lelah jadi korban bencana alam, jangan pula dijadikan korban bencana ambisi kekuasaan yang tak pernah tahu kapan harus berhenti," kata Guntur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: