Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Realisasi BBM Subsidi Berpotensi Lampaui Kuota, Solar Diprognosa Jebol 9,4%

        Realisasi BBM Subsidi Berpotensi Lampaui Kuota, Solar Diprognosa Jebol 9,4% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina (Persero) memperingatkan penyaluran BBM subsidi dan LPG 3 kilogram berpotensi melampaui kuota yang ditetapkan hingga akhir 2026. Solar diproyeksikan jebol paling besar, sekitar 9,4% di atas kuota.

        Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, memaparkan hingga akhir Juli 2026 realisasi solar mencapai 11,85 juta kiloliter dari kuota 18,36 juta kiloliter. Pertalite tercatat 16,54 juta kiloliter dari kuota 28,69 juta kiloliter, sementara LPG 3 kilogram mencapai 5,05 juta metrik ton dari kuota 8 juta metrik ton. Penyaluran minyak tanah berjalan sesuai kuota.

        "Dengan tren konsumsi saat ini prognosa kami hingga akhir tahun menunjukkan potensi penyaluran di atas kuota," kata Jaffee dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

        Selain solar, potensi kelebihan penyaluran diproyeksikan mencapai 8,5% untuk LPG 3 kilogram dan 1,7% untuk Pertalite. Namun demikian, Jaffee menegaskan angka tersebut belum final dan masih dikoordinasikan dengan BPH Migas.

        "Tentunya data ini akan terus bergerak dan kami terus berkolaborasi dengan Kepala BPH Migas dan jajarannya," ujarnya.

        Menurut Jaffee, lonjakan konsumsi solar dan Pertalite sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I/2026 yang menurut catatan perseroan berada di kisaran 5% hingga 5,6%.

        Pendorongnya adalah pertumbuhan sektor industri dan logistik termasuk kegiatan ekspor impor, pertambahan jumlah kendaraan pribadi, peningkatan aktivitas pariwisata domestik, serta dimulainya musim panen dan melaut pada semester kedua. Perseroan juga mencatat kebutuhan tambahan dari sektor transportasi publik.

        Adapun kenaikan konsumsi LPG 3 kilogram didorong pertumbuhan penduduk dan kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang Natal dan Tahun Baru.

        Dalam rapat yang sama, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memprognosakan kebutuhan solar bersubsidi tahun ini mencapai 20,27 juta kiloliter dengan realisasi 12,44 juta kiloliter. Angka prognosa itu berada di atas kuota 18,36 juta kiloliter. Pertalite diprognosakan 29,27 juta kiloliter dengan realisasi 18,23 juta kiloliter dan dinilai masih aman.

        Menurut Wahyudi, penyaluran solar sudah melebihi alokasi di hampir seluruh provinsi. Dia menyebut penyaluran normal secara year to date berada di kisaran 63,9%, sedangkan realisasi di Sumatera tercatat 60,97% hingga 73,03% dan Jawa-Bali 61,67% hingga 70,68%.

        "Jadi konsumsinya cukup melebihi hampir seluruh provinsi di wilayah kepulauan baik itu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi maupun di Papua, Maluku itu semua mengalami kenaikan secara kondisi ini," katanya.

        Wahyudi menilai pemicu utamanya adalah selisih harga dengan BBM nonsubsidi yang makin melebar. Rerata konsumsi Pertalite harian sebelum penyesuaian harga Pertamax pada 10 Juni 2026 tercatat 75.795 kiloliter. Setelah itu konsumsi harian naik 9,19%, lalu pada Juli naik 12,92%, dengan rerata saat ini 84.368 kiloliter. Pada solar, kenaikan tertinggi terjadi pada Agustus sebesar 15,10%.

        Baca Juga: LPG 3 Kg Bakal Diperketat, Kebutuhan 2026 Tembus 8,6 Juta Ton

        Baca Juga: Solar hingga Bibit Sawit, Terungkap Modus Kejahatan di Balik Karhutla di Sumatera hingga Kalimantan

        "Masyarakat banyak melakukan shifting penggunaannya kepada BBM subsidi dan kompensasi negara," ujarnya.

        Untuk menahan laju penyaluran, Pertamina mengklaim telah memperkuat pengendalian melalui penerapan penuh sistem QR code untuk transaksi solar dan Pertalite di 514 kabupaten dan kota serta digitalisasi di lebih dari 8.000 SPBU. Untuk LPG 3 kilogram, perseroan telah mendaftarkan 79,7 juta NIK konsumen dalam sistem Subsidi Tepat dan memadankannya dengan data Dukcapil serta P3KE.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: