Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Djarum Grup Melalui Varnion Bangun Fondasi Wi-Fi 8, Bidik Konektivitas Generasi Baru

Djarum Grup Melalui Varnion Bangun Fondasi Wi-Fi 8, Bidik Konektivitas Generasi Baru Kredit Foto: Varnion
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Varnion Technology Semesta (Varnion) Anak usaha PT Sarana Menara Infrastruktur Tbk (TOWR) yang tergabung dalam Djarum Group memperkuat kerja sama dengan Omada by TP-Link untuk mengembangkan solusi konektivitas generasi berikutnya bagi sektor hospitality dan enterprise di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian pengenalan teknologi Wi-Fi 8 di Kuala Lumpur, Malaysia. Melalui kerja sama ini, Varnion memperoleh akses terhadap perangkat terbaru serta dukungan tim pengembangan Omada untuk melakukan riset, pengujian, dan pengembangan produk serta layanan.

Kemitraan tersebut juga membuka ruang bagi Varnion untuk mengevaluasi teknologi berdasarkan kebutuhan operasional pelanggan dan mengintegrasikannya dengan ekosistem aplikasi yang dikembangkan perusahaan.

Founder & President Director Varnion Alexander Budiman mengatakan dukungan terhadap riset dan pengembangan menjadi salah satu alasan perusahaan menggandeng Omada sebagai mitra strategis.

“Kami membangun Varnion sebagai perusahaan teknologi yang bertumpu pada riset dan pengembangan. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang mendukung proses inovasi kami,” ujar Alexander dalam keterangan perusahaan, Kamis (17/9/2026). 

Menurut dia, akses terhadap perangkat terbaru dan dukungan langsung dari tim pengembangan Omada memungkinkan Varnion melakukan pengujian sekaligus memberikan masukan berdasarkan pengalaman implementasi di lapangan.

“Hal ini memungkinkan kami menguji teknologi, memberikan masukan dari pengalaman implementasi di lapangan, serta mengembangkan produk dan layanan yang semakin relevan bagi pelanggan di Indonesia,” ujarnya.

Wi-Fi 8 saat ini dikembangkan melalui standar IEEE 802.11bn dengan pendekatan Ultra High Reliability (UHR). Pengembangannya berfokus pada peningkatan keandalan dan konsistensi koneksi, terutama ketika jaringan menghadapi kepadatan perangkat, interferensi sinyal, dan mobilitas pengguna.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Coordinated Spatial Reuse, yang memungkinkan koordinasi penggunaan spektrum dan daya pancar antarsesama access point.

Selain itu, terdapat Coordinated Beamforming untuk mengoordinasikan pembentukan pancaran sinyal sehingga interferensi terhadap perangkat lain dapat dikurangi.

Pengembangan Wi-Fi 8 juga diarahkan untuk menekan lonjakan latensi, mengurangi kehilangan paket data, serta memperlancar perpindahan koneksi antarsesama access point atau roaming.

Alexander mengatakan peningkatan keandalan menjadi penting seiring bertambahnya jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan.

“Bagi kami, kualitas jaringan harus dirasakan sampai ke perangkat pelanggan. Di tengah penggunaan spektrum frekuensi yang semakin padat, koneksi perlu tetap stabil ketika banyak perangkat aktif bersamaan, saat pengguna berada di batas jangkauan sinyal, maupun ketika berpindah lokasi,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut semakin relevan untuk layanan komunikasi video, aplikasi cloud, perangkat IoT, dan layanan berbasis AI yang membutuhkan pertukaran data secara responsif.

Pada sektor hotel, konektivitas menjadi salah satu bagian dari pengalaman tamu. Sementara di lingkungan perusahaan, konsistensi jaringan berkaitan dengan produktivitas dan operasional.

Sebagai ISP with Application-Based Solutions, Varnion mengembangkan layanan konektivitas dan aplikasi dalam satu ekosistem melalui CloudOne.

Ekosistem tersebut mencakup Megalos untuk pengelolaan konektivitas, Keponet untuk koordinasi pekerjaan operasional, serta Vlepo untuk layanan televisi dan pengalaman digital bagi tamu.

Director TP-Link Indonesia Jimmy Gu mengatakan pengembangan teknologi tidak hanya berkaitan dengan menghadirkan produk terbaru, tetapi juga memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat bagi bisnis.

“Bagi Omada, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi bisnis,” ujar Jimmy.

Menurut dia, kerja sama dengan Varnion menjadi ruang untuk menggabungkan kemampuan teknologi Omada dengan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan di lapangan.

Baca Juga: Terungkap! Asal-usul Grup Djarum Kuasai 10,86% Saham Emiten Bakrie

Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum

Baca Juga: Grup Djarum Bergerak Senyap Kuasai 10,86% Saham Emiten Bakrie, Ada Aksi Apa?

Alexander mengatakan kolaborasi tersebut akan digunakan untuk menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi layanan yang relevan bagi pelanggan.

“Tujuan kami adalah menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi manfaat nyata bagi pelanggan. Dukungan Omada memperkuat kemampuan riset kami untuk menghadirkan jaringan yang andal, aplikasi yang terintegrasi, dan layanan yang membantu pelanggan menjalankan bisnisnya dengan lebih baik,” ujarnya.

Penerapan teknologi Wi-Fi 8 selanjutnya akan mengikuti perkembangan standar, kesiapan perangkat, dan hasil evaluasi teknis berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri