Kredit Foto: Novo Nordisk
Novo Nordisk memasuki babak baru dengan memperbarui identitas merek dan budaya perusahaan. Dalam rebranding terbaru, perusahaan akan menggunakan “Novo” sebagai nama yang digunakan sehari-hari dengan membawa pesan “Lasting Health Starts Now”. Meski demikian, Novo Nordisk A/S tetap menjadi nama resmi perusahaan secara global.
Selain perubahan identitas merek, perusahaan memperkenalkan The Novo Way, seperangkat prinsip baru yang menjadi dasar budaya dan cara kerja perusahaan. Pembaruan tersebut ditujukan untuk mendorong perusahaan bergerak lebih fokus, cepat, dan memberikan dampak yang lebih besar.
Presiden dan CEO Novo Mike Doustdar mengatakan perubahan identitas dan budaya tersebut dilakukan di tengah kebutuhan kesehatan masyarakat yang masih besar serta perubahan ekspektasi terhadap layanan kesehatan.
“Individu dan komunitas selalu menjadi fokus utama dalam pengembangan sains di Novo. Kami telah mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, seperti obesitas dan diabetes, dengan menghadirkan inovasi bagi kehidupan jutaan orang,” ujar Mike dalam keterangan perusahaan, Kamis (17/9/2026).
Menurut Mike, layanan kesehatan ke depan perlu semakin responsif, relevan, dan mudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Identitas brand dan budaya perusahaan kami memiliki peran strategis dan akan memperkuat cara kami beroperasi dan bersaing, namun alasan keberadaan kami tidak akan berubah. Kami tetap teguh pada misi kami untuk membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dan memiliki ambisi besar untuk membantu mereka mencapai kesehatan yang berkelanjutan, dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Pesan “Lasting Health Starts Now” menjadi inti dari pembaruan identitas Novo. Pesan tersebut berangkat dari gagasan bahwa kesehatan yang berkelanjutan dimulai dari saat ini melalui kemajuan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam identitas baru tersebut, “Novo” akan digunakan sebagai nama perusahaan dalam komunikasi sehari-hari. Sementara itu, Novo Nordisk A/S tetap menjadi nama resmi perusahaan secara global.
Identitas visual perusahaan juga diperbarui, termasuk penggunaan kembali logo banteng Apis yang memiliki akar sejarah dalam perjalanan Novo, dengan tampilan yang lebih modern.
Perusahaan menyatakan perubahan tersebut ditujukan untuk membuat merek lebih mudah dikenali dan relevan dengan cara masyarakat memahami serta menjaga kesehatan saat ini.
Bersamaan dengan rebranding, Novo memperkenalkan The Novo Way yang menjadi landasan budaya perusahaan.
Prinsip tersebut dibangun berdasarkan empat nilai utama, yakni fokus pada konsumen (customer obsession), daya saing (competitiveness), kejelasan (clarity), kepedulian dan integritas (care & integrity).
Executive Vice President, People, Organisation & Corporate Affairs Novo Tania Sabroe mengatakan pembaruan identitas merek dan budaya perusahaan memiliki fungsi yang saling melengkapi.
“Budaya membentuk cara kami menjalankan strategi dan bekerja, sementara identitas brand membentuk nilai yang dirasakan masyarakat terhadap produk dan layanan kami, serta bagaimana perusahaan kami dipandang di seluruh dunia,” ujar Tania.
Baca Juga: BPOM dan Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Obat Pelangsing Abal-abal untuk Obesitas
Baca Juga: Indonesia-Irlandia Bahas Kerja Sama AI, Farmasi hingga Energi Terbarukan
Menurut dia, The Novo Way akan membantu perusahaan bekerja dengan lebih fokus dan cepat. Sementara itu, rebrandingdiharapkan membuat Novo lebih relevan dalam berbagai aktivitas, mulai dari obat-obatan, kemitraan, pemasaran hingga hubungan dengan pemangku kepentingan.
Novo akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pembaruan strategi perusahaan dalam Capital Markets Day yang dijadwalkan berlangsung di London pada 21 September 2026. Agenda tersebut akan menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memaparkan lebih rinci arah strategi bisnis setelah pembaruan identitas dan budaya perusahaan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: