Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

LPG 3 Kg Bakal Diperketat, Kebutuhan 2026 Tembus 8,6 Juta Ton

LPG 3 Kg Bakal Diperketat, Kebutuhan 2026 Tembus 8,6 Juta Ton Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penataan distribusi LPG subsidi ukuran 3 kilogram setelah kebutuhan komoditas tersebut terus meningkat. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan LPG pada 2026 mencapai 8,6 juta ton.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pola distribusi LPG 3 kilogram saat ini masih terbuka. Artinya, tabung gas bersubsidi tersebut masih dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat, tidak terbatas kepada penerima yang semestinya berhak.

“Pendistribusian LPG ini masih bersifat terbuka. Yang dimaksud dengan bersifat terbuka, bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kilogram itu masih bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat. Ini nanti yang akan kita lakukan pengaturan,” kata Laode dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Laode mengatakan pemerintah telah menjalankan transformasi tata kelola LPG 3 kilogram sejak 1 Maret 2023. Tahap awal dilakukan melalui pendataan pengguna LPG 3 kilogram ke dalam sistem berbasis web.

Tahap berikutnya adalah pemadanan data dan penetapan sasaran pengguna LPG tertentu. Untuk memperkuat akurasi data, Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Dukcapil.

“Semua data-data akan dilakukan penguatan-penguatan sebelum nanti kita lakukan pengaturan kepada kelas-kelas masyarakat yang memanfaatkan LPG 3 kilogram tersebut,” ujarnya.

Kementerian ESDM mencatat konsumsi LPG nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam paparan RDP, pemerintah menyebut prognosa kebutuhan LPG 2026 mencapai 8,6 juta ton dan kebutuhan 2027 diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun ini.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Ogah Impor Barang Satu Tabung LPG Pun, 'Menteri ESDM Siap?'

Baca Juga: CNG Merah Putih Diam-diam Hasil Impor dari China, Padahal untuk Gantikan LPG 3 Kg

Penataan penerima LPG 3 kilogram juga menjadi bagian dari agenda pengendalian subsidi energi dalam RAPBN 2027. Pemerintah mengusulkan subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp142,84 triliun, naik 22,2% dibanding outlook 2026 senilai Rp116,85 triliun.

Secara keseluruhan, anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2027 direncanakan mencapai Rp272,9 triliun, meningkat Rp45,7 triliun atau 20,1% dari outlook 2026 sebesar Rp227,2 triliun. Pemerintah menyebut transformasi subsidi LPG 3 kilogram akan diteruskan agar lebih tepat sasaran dan terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra