Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aktivis 98 Sebut Projo Organisasi Relawan Tidak Jelas

        Aktivis 98 Sebut Projo Organisasi Relawan Tidak Jelas Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivis 98 Ongen melontarkan kritik tajam terhadap eksistensi kelompok relawan Pro Jokowi (Projo). Ongen secara blak-blakan melabeli Projo sebagai "relawan semu" yang dinilai tidak memiliki arah gerakan politik yang jelas dan konsisten.

        Kritik pedas ini dilontarkan Ongen merespons polemik viralnya video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Dalam video tersebut, Budi Arie menyinggung soal kemungkinan percepatan Pemilu 2029 langsung di hadapan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

        "Projo itu relawan semu. Ramai ketika ada kepentingan politik, setelah itu tidak jelas arahnya," tegas Ongen dalam pernyataan resminya, Selasa (25/8/2026).

        Menurut Ongen, citra Projo yang terlalu melekat pada sosok Jokowi membuat kelompok ini sulit dilepaskan dari dinamika kekuasaan.

        Ia menilai, aktivitas Projo lebih kental dengan nuansa mobilisasi politik ketimbang gerakan kerelawanan yang murni dan berkelanjutan.

        Sosok yang pernah terjerat kasus UU ITE  ini juga menyinggung istilah "kabinet bayangan" yang kerap dilontarkan oleh pakar hukum tata negara Feri Amsari.

        Secara satir, Ongen membandingkan fenomena relawan dengan istilah tersebut untuk menggambarkan kelompok non-pemerintah yang seolah memiliki kendali politik.

        Ia mempertanyakan nasib dan arah gerakan Projo pasca-lengsernya Jokowi. "Projo identik dengan relawan Jokowi. Tapi pertanyaannya, setelah era Jokowi, Projo ini sebenarnya mau menjadi apa? Kalau hanya muncul ketika pemilu atau momentum politik, publik juga bisa menilai sendiri," imbuhnya.

        Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh pernyataan Budi Arie di sebuah forum relawan. Saat duduk berdampingan dengan Jokowi, Budi Arie menyampaikan analisis pribadinya terkait konstelasi politik dan kondisi sosial terkini.

        "Saya sudah bisik ke Pak Jokowi. 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ungkap Budi Arie dalam cuplikan video tersebut.

        Budi Arie mengaitkan analisisnya dengan sejumlah anomali sosial-ekonomi yang terjadi baru-baru ini. Ia bahkan membandingkan eskalasi sosial, seperti maraknya aksi demonstrasi di masyarakat, dengan situasi memanas yang pernah terjadi menjelang pecahnya Reformasi 1998.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: