Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kata Gerindra soal Prabowo Suruh Minggir Menteri yang Tidak Sanggup Kerja

        Kata Gerindra soal Prabowo Suruh Minggir Menteri yang Tidak Sanggup Kerja Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pesan keras Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran Kabinet Merah Putih kembali menjadi sorotan. Prabowo sebelumnya mengingatkan para menterinya agar tidak ragu menepi jika merasa tak sanggup menjalankan ritme kerja pemerintahan yang menuntut pengabdian hampir tanpa mengenal hari libur.

        Juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai pernyataan tersebut bukan sekadar teguran, melainkan penegasan mengenai standar kinerja yang harus dipenuhi para menteri. Menurutnya, jabatan dalam pemerintahan merupakan amanah yang membawa tanggung jawab besar.

        "Pesan Presiden Prabowo harus dipahami sebagai penegasan bahwa jabatan menteri adalah amanah dan tanggung jawab bukan sekadar posisi," kata Bahtra kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

        Baca Juga: Demo di Mana-mana, tapi Survei Terbaru Ungkap 52% Rakyat Percaya Indonesia di Arah yang Benar

        Bahtra mengatakan Prabowo menginginkan seluruh menteri bekerja secara maksimal dengan disiplin sekaligus memiliki empati terhadap masyarakat. Dengan begitu, berbagai program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

        "Pengulangan pesan tersebut menunjukkan keseriusan Presiden membangun kabinet yang bekerja, responsif, dan berorientasi pada hasil," ungkap dia.

        Menurut Bahtra, tuntutan kerja tersebut tidak terlepas dari banyaknya program prioritas pemerintah yang membutuhkan koordinasi dan eksekusi cepat. Karena itu, ia menilai pernyataan Prabowo mengenai menteri yang tidak sanggup untuk minggir harus dipandang sebagai penegasan terhadap ekspektasi pemerintah kepada para pembantunya.

        "Karena itu kalimat 'Kalau tidak sanggup, silakan minggir' merupakan penegasan standar kinerja dan loyalitas," ujar Bahtra.

        Baca Juga: Rakyat Mulai Lelah? Kepuasan terhadap Prabowo-Gibran Turun Tajam Sisa...

        Gerindra, lanjut Bahtra, memahami bahwa Prabowo membutuhkan jajaran yang siap bekerja maksimal sekaligus mampu menerjemahkan visi pemerintahan menjadi program dan hasil yang konkret.

        "Bagi Gerindra jabatan bukan fasilitas, melainkan mandat untuk bekerja dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya bagi rakyat," ucap dia.

        Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Dalam kesempatan itu, Presiden menyinggung ritme kerja Kabinet Merah Putih yang disebutnya hampir tidak mengenal tanggal merah.

        Prabowo pun mengingatkan bahwa bekerja pada hari libur merupakan bagian dari risiko pengabdian sebagai pejabat negara. Ia bahkan membuka kemungkinan bagi mereka yang tidak sanggup menjalani ritme tersebut untuk meninggalkan kabinet.

        "Selamat bekerja. Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah. Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: