Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Budi Arie Singgung Nasib Prabowo di Sebelah Jokowi, Pengamat: Kemesraan Selama Ini Hanya Palsu?

        Budi Arie Singgung Nasib Prabowo di Sebelah Jokowi, Pengamat: Kemesraan Selama Ini Hanya Palsu? Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dinamika politik pasca-Pemilu kembali memanas. Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung potensi pemerintahan Prabowo Subianto tidak bertahan hingga 2029 terus memanen reaksi.

        Kali ini, sorotan tajam datang dari kalangan akademisi yang mempertanyakan teka-teki hubungan sebenarnya antara Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi).

        Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai penggalan pernyataan Budi Arie tersebut sangat mengejutkan secara politis. Pasalnya, alih-alih meredakan tensi, Budi Arie justru meminta loyalis Jokowi untuk "bersiap" jika Prabowo jatuh di tengah jalan.

        "Pernyataan itu tak seharusnya keluar dari Budi Arie karena Gibran Rakabuming Raka masih mendampingi Prabowo sebagai Wakil Presiden. Sebagai satu paket, seharusnya loyalis diminta menjaga agar Prabowo-Gibran bertahan hingga 2029," ujar Jamiluddin kepada Warta Ekonomi, Kamis (27/8/2026).

        Menurut Jamiluddin, narasi yang dibangun menyiratkan adanya indikasi keinginan agar pemerintahan Prabowo tidak berjalan utuh sampai akhir masa jabatan. Permintaan agar loyalis bersiap dibaca sebagai langkah antisipasi untuk mengamankan posisi Gibran.

        "Jadi, permintaan bersiap kepada loyalis Jokowi tampaknya adalah kesiapan mengamankan Gibran menggantikan Prabowo menjadi RI-1. Kesiapan ini diperlukan untuk mengantisipasi elemen bangsa yang tidak menginginkan Gibran naik jika pemerintahan (Prabowo) tidak sampai 2029," analisis mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta tersebut.

        Lebih jauh, Jamiluddin menyoroti konteks saat pernyataan itu dilontarkan. Budi Arie menyampaikan pandangannya persis saat duduk bersebelahan dengan Jokowi. Menariknya, Jokowi tampak tenang dan tidak menunjukkan perubahan raut wajah atau berupaya meluruskan ucapan loyalisnya tersebut.

        "Bila hubungan keduanya (Prabowo-Jokowi) baik-baik saja, tentu saat Budi Arie menyatakan hal itu, Jokowi setidaknya meluruskan. Namun hingga saat ini tidak ada pernyataan yang meluruskan, sehingga mengesankan Jokowi seolah mengamini," jelasnya.

        Absennya klarifikasi ini memunculkan spekulasi liar bahwa kemesraan politik yang selama ini dipertontonkan mungkin hanya terjadi di "panggung depan".

        "Pada panggung belakang, bisa saja saling intip menunggu kesempatan. Hubungan Prabowo-Jokowi sesungguhnya masih misteri, dan misteri itu akan terang benderang jika Jokowi tetap diam soal pernyataan Budi Arie," pungkas Jamiluddin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: