Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) atau KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tengah gencar dibangun pemerintah diakui belum menunjukkan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) secara terbuka mengakui kondisi tersebut, dengan alasan program baru mulai berjalan pada tahun ini.
"Belum nampak (manfaatnya), karena baru mulai tahun ini, tahun depan akan kelihatan hasilnya," kata Zulhas di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Dasco: Kalau RUU Perampasan Aset Tak Kelar 15 Desember, Kami Siap Mundur
Terkait itu, Zulhas pun mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Persoalan ini menjadi perhatian karena nilai tukar nelayan saat ini masih berada di bawah nilai tukar petani, yakni sekitar 103.
Menurut Zulhas, kondisi tersebut membuat sebagian nelayan masih berada dalam kategori desil satu dan bergantung pada bantuan sosial (bansos) pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Nelayan ini kalau nggak dibantu beras, enggak dibantu uang, mereka nggak bisa makan, nggak bisa nyekolahin anak-anaknya," ujarnya.
Pemerintah pun memasang target untuk mengubah kondisi tersebut. Zulhas mengatakan Prabowo menargetkan nilai tukar nelayan dapat meningkat hingga 120 pada 2027. Kenaikan itu diharapkan ikut mendorong perbaikan kesejahteraan para nelayan.
Baca Juga: Soal Program MBG Stop atau Lanjut, Prabowo: Saya Kira Itu...
Lebih lanjut, pemerintah juga akan melakukan penertiban terhadap Kopdes yang dibangun di lokasi yang dinilai tidak semestinya. Penataan tersebut menjadi bagian dari pembenahan program yang cakupannya sangat besar.
Zulhas menargetkan proses penertiban itu dilakukan sebelum 20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Ada juga Kopdes itu juga proyek besar menyangkut 82.000 desa. Ada yang di gunung kita tertibkan, mudah-mudahan sebelum 20 Oktober juga sebagian manfaatnya sudah terasa di masyarakat," ucap Zulhas.
Dengan cakupan mencapai 82.000 desa, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan Kopdes tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri