- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Merespons krisis tersebut, Unicharm Indonesia dan DLHK Karawang menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari
Kredit Foto: Ist
Ekosistem pesisir pesisir di Indonesia menghadapi tantangan serius. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, krisis lingkungan akibat abrasi menjadi ancaman nyata yang mengintai masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang tahun 2020, lebih dari 23 kilometer garis pantai di wilayah ini berada dalam kondisi kerusakan yang buruk.
Jika restorasi tidak segera dilakukan, masyarakat pesisir berisiko kehilangan perlindungan alami dari gelombang tinggi, dan krisis lingkungan akan semakin memburuk. Menyadari urgensi tersebut, Unicharm Indonesia mengambil langkah konkret dengan membangun "benteng hijau" di pesisir utara Jawa.
Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang untuk menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, pada akhir Juli lalu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang, Agus Mustaqim, mengapresiasi intervensi korporasi ini. Menurutnya, masalah abrasi tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah.
"Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. Kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan," tutur Agus.
Bagi Unicharm Indonesia, yang telah hampir 30 tahun berbisnis di Tanah Air dan memiliki dua pabrik di Karawang, aksi ekologis ini lebih dari sekadar program seremonial. Perusahaan memastikan pertumbuhan 1.000 bibit mangrove tersebut akan terus dimonitor secara berkala.
Direktur Unicharm Indonesia, Eiji Ito, menegaskan bahwa kepedulian terhadap kelestarian ekosistem merupakan pilar fundamental operasional mereka. Sebelumnya, pada 2021, perusahaan ini juga telah menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum.
"Kami memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat. Kami berharap upaya restorasi pesisir ini mampu mereduksi laju abrasi, memulihkan keseimbangan ekosistem, sekaligus mewujudkan slogan kami, *Ethical Living for SDGs* demi masa depan hijau bagi generasi mendatang," tegas Eiji Ito.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: