Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos ChatGPT, Elon Musk, hingga Jeff Bezos, Inilah Orang-Orang Paling Berkuasa di Dunia AI

        Bos ChatGPT, Elon Musk, hingga Jeff Bezos, Inilah Orang-Orang Paling Berkuasa di Dunia AI Kredit Foto: F5
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Majalah TIME merilis TIME100 AI 2026, daftar tahunan yang memuat 100 tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Daftar tersebut mencakup pemimpin perusahaan teknologi, ilmuwan, investor, pejabat pemerintah, aktivis buruh, hingga figur publik yang dinilai membentuk arah perkembangan AI secara global.

        CEO OpenAI Sam Altman kembali menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar tersebut. Di bawah kepemimpinannya, OpenAI meluncurkan ChatGPT pada 2022 dan mendorong adopsi AI generatif secara luas oleh masyarakat, dunia usaha, dan institusi pemerintahan.

        OpenAI kini menjadi salah satu pemain utama dalam persaingan industri AI global. Perusahaan tersebut terus mengembangkan model AI generatif di tengah kompetisi dengan sejumlah perusahaan teknologi lainnya.

        CEO Anthropic Dario Amodei juga masuk dalam daftar TIME100 AI 2026. Anthropic dikenal mengembangkan model AI Claude dengan menempatkan aspek keamanan dan pengendalian AI sebagai fokus utama.

        TIME menyoroti keterlibatan Amodei dalam perdebatan mengenai penggunaan AI untuk kepentingan militer. Anthropic disebut sempat berselisih dengan Pentagon terkait pemanfaatan teknologi AI dalam peperangan.

        Nama lain yang masuk dalam daftar adalah Elon Musk melalui perannya sebagai pendiri dan CEO xAI. Perusahaan tersebut mengembangkan model AI Grok sekaligus membangun infrastruktur komputasi untuk bersaing dengan perusahaan AI global.

        TIME juga menilai langkah Musk membawa xAI menuju pasar publik berpotensi memperkuat posisi perusahaan dalam industri AI.

        Mantan Chief Technology Officer OpenAI Mira Murati turut masuk dalam daftar melalui perusahaan rintisan yang didirikannya, Thinking Machines Lab. Setelah meninggalkan OpenAI, Murati membangun perusahaan baru yang berfokus pada pengembangan sistem AI.

        Sementara itu, salah satu pendiri OpenAI Ilya Sutskever masuk berkat kiprahnya mendirikan Safe Superintelligence, perusahaan yang berfokus mengembangkan kecerdasan buatan superintelligent dengan penekanan pada aspek keamanan.

        Ilmuwan dan Infrastruktur AI Jadi Sorotan

        Di kalangan akademisi, ilmuwan AI Fei-Fei Li kembali mendapat pengakuan atas kontribusinya dalam bidang computer vision. Ia dikenal melalui pengembangan ImageNet, basis data yang berperan penting dalam kemajuan teknologi pengenalan gambar dan pembelajaran mesin, serta konsisten mendorong pengembangan AI yang berpusat pada manusia.

        Dari China, pendiri Moonshot AI Yang Zhilin juga masuk dalam daftar. Perusahaannya menjadi perhatian karena mampu mengembangkan model AI generatif yang dinilai dapat bersaing dengan model buatan perusahaan teknologi Amerika Serikat.

        Di sektor infrastruktur AI, CEO Oracle Larry Ellison dinilai berperan penting dalam pembangunan pusat data dan penyediaan kapasitas komputasi yang dibutuhkan industri AI. Permintaan terhadap pusat data, chip, dan infrastruktur komputasi terus meningkat seiring pesatnya pengembangan model AI oleh berbagai perusahaan.

        CEO IBM Arvind Krishna juga masuk dalam daftar melalui pengembangan solusi AI bagi perusahaan dan institusi pemerintahan. IBM berfokus pada penerapan AI di lingkungan bisnis, mulai dari pengelolaan data, otomatisasi, keamanan siber, hingga pengambilan keputusan.

        Sementara itu, pendiri Amazon Jeff Bezos turut masuk berkat pengaruhnya terhadap investasi dan pengembangan infrastruktur AI, termasuk melalui layanan komputasi awan (cloud computing) dan teknologi AI untuk kebutuhan bisnis maupun konsumen.

        CEO OpenEvidence Daniel Nadler juga masuk dalam daftar atas pengembangan platform AI yang membantu tenaga medis mengakses serta memahami informasi kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan medis.

        Dari Regulasi hingga Dunia Hiburan

        Dari sektor kebijakan global, Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) Doreen Bogdan-Martin masuk dalam daftar karena perannya mendorong pembahasan tata kelola AI, kesenjangan digital, akses teknologi, serta penggunaan AI yang aman dan inklusif.

        Di luar industri teknologi, Senator Amerika Serikat Bernie Sanders masuk dalam daftar atas sikap kritisnya terhadap dampak AI terhadap tenaga kerja, distribusi kekayaan, dan perkembangan superintelligence. Ketua AFL-CIO Liz Shuler juga dipilih karena menyuarakan perlindungan pekerja di tengah meningkatnya otomatisasi.

        TIME turut memasukkan aktor Joseph Gordon-Levitt yang aktif mengkritisi penggunaan karya kreator untuk melatih model AI tanpa persetujuan maupun kompensasi. Sementara itu, Paris Hilton dinilai berpengaruh dalam pemanfaatan AI di industri hiburan dan ekonomi kreator.

        Menurut TIME, daftar TIME100 AI 2026 disusun untuk menyoroti individu-individu yang dinilai paling berpengaruh dalam membentuk arah perkembangan kecerdasan buatan sepanjang satu tahun terakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: