Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (28/8/2026) di zona merah. Setelah sempat menguat pada sesi perdagangan sebelumnya, indeks kembali terkoreksi tipis menjelang penutupan pekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,06% atau 3,6 poin ke level 6.518,12.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 6.535,71. Namun, pergerakan indeks berbalik fluktuatif sepanjang sesi hingga akhirnya menyentuh titik terendah di 6.495,73 sebelum ditutup melemah.
Tekanan terhadap IHSG tercermin dari mayoritas saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 328 saham melemah, sementara 276 saham menguat dan 188 saham lainnya stagnan.
Meski indeks terkoreksi, aktivitas transaksi di pasar saham terbilang ramai. Total nilai transaksi saham di BEI mencapai sekitar Rp15,15 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 35,30 miliar saham.
Adapun frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 2,007 juta kali sepanjang perdagangan Jumat.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Investor cenderung mencermati perkembangan pasar global sekaligus menunggu pidato Chairman Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways di rentang 6.450-6.580.
“Kami melihat ruang penguatan IHSG masih terbatas dan indeks berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.450–6.580,” tulis Phintraco Sekuritas.
Perhatian investor global saat ini tertuju pada pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Pernyataan tersebut dinilai penting karena pasar tengah mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (27/8). Sentimen positif terutama datang dari kinerja kuartalan Nvidia yang kembali meningkatkan optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI).
Saham Nvidia melonjak 8,7%, sedangkan indeks Nasdaq menguat 1,57% dan S&P 500 naik 0,72%.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat di Akhir Pekan, Naik 0,21% ke Level 6.535
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Sideways, Investor Cermati Pidato Bos The Fed dan Sentimen Global
Baca Juga: BWPT Disorot Anwar Ibrahim, Ini Porsi Saham Peter Sondakh di Eagle High Plantations
Sentimen Domestik
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan terkait Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026.
Selain itu, DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset dapat rampung dan disahkan menjadi undang-undang paling lambat pada 15 Desember 2026.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat lebih dari 2% pada Kamis (27/8). Kenaikan harga minyak menjadi sentimen yang perlu diperhatikan, terutama bagi saham berbasis komoditas dan energi.
Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis kurang dari 1 basis poin ke level 4,672%. Harga emas spot juga menguat 0,4% menjadi US$4.609 per troy ounce.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, investor diperkirakan masih akan mengambil sikap wait and see menjelang akhir pekan dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: