Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diproyeksi Sideways, Investor Cermati Pidato Bos The Fed dan Sentimen Global

IHSG Diproyeksi Sideways, Investor Cermati Pidato Bos The Fed dan Sentimen Global Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Investor cenderung mencermati perkembangan pasar global sekaligus menunggu pidato Chairman Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways di rentang 6.450-6.580.

“Kami melihat ruang penguatan IHSG masih terbatas dan indeks berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.450-6.580,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Perhatian investor global saat ini tertuju pada pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Pernyataan tersebut dinilai penting karena pasar tengah mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (27/8). Sentimen positif terutama datang dari kinerja kuartalan Nvidia yang kembali meningkatkan optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI).

Saham Nvidia melonjak 8,7%, sedangkan indeks Nasdaq menguat 1,57% dan S&P 500 naik 0,72%.

Sentimen Domestik

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan terkait Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026.

Selain itu, DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset dapat rampung dan disahkan menjadi undang-undang paling lambat pada 15 Desember 2026.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,81% ke 6.521,75, Pasar Tetap Positif di Tengah Aksi Demo

Baca Juga: IHSG Menguat 0,70% ke 6.450, Didorong oleh Saham Big Caps

Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat lebih dari 2% pada Kamis (27/8). Kenaikan harga minyak menjadi sentimen yang perlu diperhatikan, terutama bagi saham berbasis komoditas dan energi.

Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis kurang dari 1 basis poin ke level 4,672%. Harga emas spot juga menguat 0,4% menjadi US$4.609 per troy ounce.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, investor diperkirakan masih akan mengambil sikap wait and see menjelang akhir pekan dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan