Bukan Cuma Rizky Ridho, STY Juga Minta Persija dan Jakmania Berdamai
Kredit Foto: Istimewa
Persija Jakarta menghadapi persoalan dengan kelompok suporternya, The Jakmania, menjelang pertandingan uji coba melawan Brisbane Roar. Di tengah keputusan boikot yang diambil suporter, pelatih kepala Shin Tae-yong dan kapten tim Rizky Ridho sama-sama berharap hubungan kedua pihak kembali membaik.
Shin Tae-yong menilai keberadaan suporter memiliki posisi penting dalam perjalanan sebuah klub sepak bola. Karena itu, ia berharap persoalan yang terjadi antara Persija dan Jakmania dapat segera diselesaikan melalui jalan yang menguntungkan kedua pihak.
"Saya selalu berpikir bahwa sebuah klub sepak bola bisa bertahan selamanya karena memiliki suporter, jadi saya berharap hubungan dengan para suporter bisa dibangun dengan baik," kata STY dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium, Jumat (28/8/2026).
STY sendiri mengaku belum mengetahui secara detail mengenai keputusan Jakmania untuk tidak hadir dalam pertandingan tersebut. Ia mengatakan baru mendengar mengenai aksi boikot itu menjelang laga Persija menghadapi Brisbane Roar.
"Saya baru pertama kali mendengar hal tersebut, jadi saya kurang tahu secara pasti. Para penggemar Jakmania selalu datang dan mendukung kami karena mereka ingin tim Jakarta ini berkembang dengan baik," ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Persoalan yang memicu boikot berkaitan dengan penyesuaian harga tiket pertandingan. Jakmania sebelumnya memprotes kenaikan harga tiket yang membuat mereka memilih tidak menghadiri agenda peluncuran tim, jersey, sponsor, sekaligus laga uji coba internasional Persija.
Manajemen Persija kemudian mengambil langkah dengan membuka kembali kuota tiket yang sebelumnya diperuntukkan bagi pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) atau PP The Jakmania. Tiket tersebut dialihkan ke penjualan umum secara daring melalui situs resmi klub.
Harga yang ditawarkan untuk penjualan umum berada di kisaran Rp130 ribu dan Rp150 ribu. Kebijakan tersebut membuat masyarakat maupun pendukung Persija lainnya tetap memiliki kesempatan menyaksikan pertandingan di JIS.
Di sisi lain, Rizky Ridho juga menyampaikan harapan agar persoalan antara Persija dan Jakmania tidak berlangsung panjang. Kapten Macan Kemayoran itu menyadari bahwa dukungan suporter tetap dibutuhkan tim, terutama ketika kompetisi musim baru segera dimulai.
Ridho mengaku tidak berada dalam posisi untuk menjelaskan persoalan tiket secara mendalam. Menurutnya, urusan tersebut lebih tepat dijelaskan oleh pihak yang memiliki kewenangan di manajemen klub.
"Ya, saya juga lihat beberapa aksi soal boikot itu di Instagram," kata Ridho.
Meski tidak memberikan penilaian mengenai substansi konflik, Ridho tetap berharap hubungan tim dan suporter dapat kembali seperti sebelumnya. Ia ingin Jakmania kembali memberikan dukungan ketika Persija menjalani pertandingan pada musim mendatang.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sebut Persija Hampir Sempurna, Apa yang Berubah Usai TC di Thailand?
"Saya berharap semoga keadaannya membaik semuanya antara suporter dan tim karena gimana pun kita juga butuh suporter. Dan saya harap semuanya membaik dan kembali untuk mendukung Persija di musim-musim berikutnya, di musim depan karena kita memang butuh mereka," tuturnya.
Persija sendiri dijadwalkan menghadapi Brisbane Roar di JIS pada Sabtu (29/8/2026) pukul 20.00 WIB. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan Persija sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/2027.
Bagi STY, keberadaan suporter bukan sekadar pelengkap pertandingan. Dukungan dari tribun menjadi bagian dari identitas klub sehingga hubungan yang baik antara Persija dan Jakmania dinilai perlu dijaga untuk perjalanan tim ke depan.
Pesan dari pelatih dan kapten Persija mengarah pada hal yang sama meski disampaikan dari posisi berbeda. STY maupun Ridho berharap persoalan yang sedang berlangsung dapat segera menemukan titik temu sehingga Persija dan Jakmania kembali berjalan bersama menyambut musim baru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: