- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Laga Persija Vs Persib Bawa Berkah, Omzet Pedagang Jersey Musiman di GBK Melonjak hingga 150 Persen!
Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Atmosfer panas pertandingan besar El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung tidak hanya membakar semangat para suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Laga bergengsi pekan kedua BRI Super League 2026/2027 ini juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang atribut sepak bola, khususnya jersey.
Kembalinya duel klasik ini ke Jakarta dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang untuk menggelar lapak di sekitar area stadion. Hasilnya, mereka bisa meraup keuntungan berlipat ganda berkat tingginya antusiasme para pendukung yang datang.
Saat ditemui Warta Ekonomi, Salah satu pedagang jersey, Alan, mengaku merasakan langsung dampak positif dari momentum pertandingan besar ini. Ia mengungkapkan bahwa pendapatannya mengalami lonjakan yang sangat drastis dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah karena ada imbauan harus pakai jersey kan. Omzet jadi meningkat drastis,” ujar Alan, eksklusif kepada Warta Ekonomi di kawasan SUGBK, Sabtu (12/9/2026).
Alan membeberkan bahwa dirinya merupakan pedagang musiman yang memanfaatkan momen-momen keramaian tertentu. Karena statusnya tersebut, produk-produk yang ia jual mayoritas merupakan stok lama dan bukan koleksi jersey terbaru yang diluncurkan klub musim ini.
Meski begitu, seluruh barang dagangan tersebut dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu berkisar antara 150 ribu sampai 200 ribu rupiah per potong.
“Memang kategorinya kita pedagang musiman saja. Jadi kita barang-barang musiman (produk lama), enggak terlalu update (jersey baru Persija),” tambahnya.
Meski tidak menjual varian jersey Persija paling mutakhir, barang dagangan Alan tetap diserbu oleh para suporter yang memadati kawasan Senayan. Harga yang ramah di kantong serta adanya imbauan agar penonton mengenakan atribut klub saat masuk ke stadion menjadi faktor utama yang mendorong dagangannya laku keras.
Tanpa ragu, Alan menegaskan bahwa persentase kenaikan omzet yang didapatkannya hari ini sangat masif berkat kehadiran para Jakmania di SUGBK.
“Jelas sangat ada peningkatan (omzet penjualan). Alhamdulillah 150 persen bisa naik,” tegas Alan.
Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa pergelaran kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tidak hanya menjadi hiburan olahraga semata, melainkan juga roda penggerak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima di sekitar arena pertandingan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Fajar Sulaiman