Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bisa Libas Dedi Mulyadi, Elektabilitas Prabowo Dinilai Bisa Meningkat Jika Lakukan Langkah Ini

        Bisa Libas Dedi Mulyadi, Elektabilitas Prabowo Dinilai Bisa Meningkat Jika Lakukan Langkah Ini Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemikir dan pengamat politik Rocky Gerung menyoroti hasil survei terbaru yang menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di atas Presiden Prabowo Subianto.

        Menurut Rocky, elektabilitas Prabowo masih berpeluang meningkat apabila melakukan perombakan kabinet secara besar-besaran pada September hingga Oktober 2026. Ia menilai langkah tersebut dapat menjadi respons terhadap tuntutan publik, terutama jika menyasar pergantian sejumlah menteri.

        Rocky mengatakan, keputusan pemerintah untuk melakukan reshuffle sesuai dengan aspirasi masyarakat berpotensi memberikan dampak langsung terhadap tingkat elektabilitas Presiden.

        Ia kemudian memperkirakan jika skenario tersebut terjadi, elektabilitas Prabowo akan meningkat. Pada saat yang sama, posisi elektabilitas Dedi Mulyadi dinilainya berpotensi menurun. Menurut Rocky, kenaikan elektabilitas keduanya secara bersamaan dalam kondisi tersebut sulit terjadi.

        Dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi tercatat unggul atas Prabowo dalam sejumlah simulasi elektabilitas.

        Pada simulasi semi terbuka SMRC, Dedi berada di posisi teratas dengan elektabilitas 35 persen. Prabowo menempati posisi kedua dengan 14,5 persen.

        Keunggulan Dedi juga terlihat dalam simulasi head to head. Dedi memperoleh 59 persen, sedangkan Prabowo berada di angka 28,3 persen.

        Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo Bakal Rugikan Dedi Mulyadi

        Hasil serupa tercatat dalam survei Indikator Politik Indonesia. Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas meskipun tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi.

        Tingkat pengenalan terhadap Prabowo mencapai 98,8 persen, sedangkan Dedi sebesar 88,2 persen. Namun, dari sisi tingkat kesukaan, Dedi memperoleh 88,3 persen, jauh di atas Prabowo yang tercatat 68,1 persen.

        Hasil tersebut menjadi sorotan Rocky dalam melihat potensi perubahan elektabilitas apabila Prabowo mengambil langkah politik besar, termasuk melakukan reshuffle kabinet.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: