Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi: Jangan Suka Mendahului, Kadang Itu Bisa Menyakiti Orang Lain

        Jokowi: Jangan Suka Mendahului, Kadang Itu Bisa Menyakiti Orang Lain Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan tentang pentingnya mengendalikan diri meski seseorang memiliki kemampuan lebih dibandingkan orang lain.

        Pesan tersebut disampaikan mantan presiden itu melalui filosofi yang berbunyi, “Lamun siro banter, ojo disik-disiki”. Secara sederhana, ungkapan tersebut mengingatkan seseorang yang mampu bergerak lebih cepat agar tidak selalu memilih untuk mendahului orang lain.

        Baca Juga: Ada 'Pengkhianat' di Projo? Pengakuan Mengejutkan Budi Arie Soal Video Viral Bareng Jokowi

        Lamun siro banter, ojo disik-disiki. Nek kowe iso cepet, ojo suka mendahului. Kadang-kadang seperti itu menyakitkan yang didahului. Sing didisiki iku yo ora seneng,” kata Jokowi, dikutip Senin (31/8/2026).

        Dalam Bahasa Indonesia, pesan tersebut berarti jika seseorang mampu bergerak cepat, tidak perlu selalu mendahului. Sebab, tindakan mendahului dapat membuat orang yang berada di belakang merasa tersakiti atau tidak dihargai.

        Bagi Jokowi, memilih untuk tidak selalu berada di depan bukan berarti seseorang kehilangan kemampuan atau menjadi lebih rendah dari orang lain.

        Ia justru mempertanyakan mengapa seseorang harus terus menunjukkan bahwa dirinya lebih cepat atau lebih unggul.

        Ngopo sih kita itu ngerti kalau kita banter tapi kelihatan alon yo ora opo-opo,” ujarnya.

        Artinya, seseorang yang sebenarnya mampu bergerak cepat tidak harus selalu memperlihatkan kecepatannya kepada orang lain.

        Jokowi kemudian memberikan penekanan agar kelebihan yang dimiliki tidak perlu dipertontonkan demi mendapatkan pengakuan.

        “Tidak usah diperlihatkan, jangan,” katanya.

        Pesan tersebut menunjukkan pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan sosial. Kemampuan, kecepatan, maupun keunggulan seseorang tetap dapat digunakan tanpa harus menjadikannya alasan untuk terus mengungguli orang lain.

        Jokowi tak mengirimkan pesan terkait kepada sosok spesifik namun baru-baru ini ia menjadi salah satu pihak yang mendapatkan sorotan akibat pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie.

        Budi Arie diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

        Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

        Baca Juga: Update Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Ini Adalah Pelecehan terhadap Pengadilan!

        "Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: