Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Orang Indonesia Cenderung Beli Asuransi Perjalanan Jelang Keberangkatan, Mayoritas Medis

        Orang Indonesia Cenderung Beli Asuransi Perjalanan Jelang Keberangkatan, Mayoritas Medis Kredit Foto: Antara/Fauzan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masyarakat Indonesia masih cenderung membeli asuransi perjalanan dalam waktu singkat sebelum keberangkatan. Data Igloo, perusahaan insurtech full-stack di Asia Tenggara, menunjukkan median waktu antara penawaran asuransi dan waktu keberangkatan hanya dua hari.

        Bahkan, sebanyak 30% polis dibeli pada hari keberangkatan. Sementara itu, 67% pembelian dilakukan dalam waktu satu minggu sebelum perjalanan.

        Data tersebut berasal dari transaksi sepanjang 2025 melalui platform direct-to-consumer Igloo di Indonesia. Laporan tersebut mengulas pola permintaan asuransi perjalanan, destinasi pilihan, jenis perlindungan, waktu pembelian, profil pelanggan, hingga pembelian ulang.

        Perlindungan medis menjadi alasan utama masyarakat membeli asuransi perjalanan. Sebanyak 92% pelanggan memilih perlindungan medis sebagai pertimbangan utama.

        Perlindungan terhadap kecelakaan fatal berada di urutan berikutnya dengan 62%, disusul perlindungan atas keterlambatan perjalanan sebesar 61%, kehilangan barang pribadi 60%, dan keterlambatan bagasi 54%.

        Sementara itu, perlindungan Covid-19 menjadi fitur dengan tingkat pemilihan terendah, yakni 23%. Posisi tersebut menunjukkan perubahan prioritas konsumen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika perlindungan Covid-19 menjadi salah satu fitur utama produk asuransi perjalanan.

        Penjualan Melonjak pada Akhir Tahun

        Permintaan asuransi perjalanan meningkat pada November dan Desember seiring tingginya aktivitas perjalanan pada akhir tahun. Penjualan pada November tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata bulanan.

        Sebaliknya, permintaan menurun pada April dan Mei. Periode tersebut bertepatan dengan meningkatnya perjalanan domestik setelah Idulfitri.

        Sepanjang 2025, sebanyak 55% penawaran yang diberikan berujung pada pembelian polis. Tingkat konversi turut dipengaruhi momentum perjalanan dan aktivitas promosi.

        Perjalanan internasional menyumbang 65% dari total polis yang terjual dan paling banyak terjadi pada kuartal pertama serta keempat. Sementara itu, perjalanan domestik meningkat seiring berbagai hari raya dan periode liburan.

        Jepang Jadi Destinasi Internasional Terpopuler

        Jepang menjadi destinasi internasional yang paling banyak dipilih pelanggan Igloo. Negara tersebut menyumbang 26% dari total polis perjalanan internasional, dengan rata-rata premi USD 32 per polis.

        China dan Malaysia masing-masing menyumbang 11%, disusul Singapura 10% dan Thailand 9%.

        Untuk perjalanan domestik, Malang menjadi destinasi terpopuler dengan kontribusi 31% dari total polis domestik. Bandung dan Denpasar masing-masing menyumbang 15%.

        Perjalanan jarak jauh memiliki rata-rata premi lebih tinggi. Asuransi perjalanan ke Eropa memiliki rata-rata premi USD 50 per polis, sedangkan Australia dan Pasifik mencapai USD 44.

        Perbedaan tersebut antara lain berkaitan dengan durasi perjalanan. Perjalanan internasional berlangsung rata-rata delapan hari, sedangkan perjalanan domestik rata-rata tiga hari.

        Wisatawan Domestik Paling Sering Membeli Mendekati Keberangkatan

        Kecenderungan membeli asuransi secara last-minute terlihat lebih kuat pada wisatawan domestik. Mereka rata-rata membeli asuransi satu hari sebelum keberangkatan.

        Sementara itu, wisatawan internasional rata-rata membeli asuransi enam hari sebelum perjalanan.

        Rabu menjadi hari dengan pembelian terbanyak, yakni 19% dari total penjualan. Sebaliknya, Sabtu dan Minggu secara gabungan hanya menyumbang 17% pembelian.

        Waktu pembelian paling tinggi terjadi pada pukul 18.00-20.00. Sementara itu, QR code menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan dengan kontribusi 43%.

        Penggunaan kode voucher juga berkorelasi dengan tingkat konversi yang lebih tinggi. Penawaran yang menggunakan kode voucher mencatat tingkat konversi 97%, dibandingkan 51% pada penawaran tanpa kode voucher.

        Empat dari 10 Pelanggan Melakukan Pembelian Ulang

        Dari keseluruhan pelanggan, 41% telah membeli asuransi setidaknya dua kali, dengan rata-rata empat polis per pelanggan.

        Pelanggan yang melakukan pembelian ulang membayar premi rata-rata 31% lebih tinggi per polis dibandingkan pelanggan yang baru pertama kali membeli. Mereka juga cenderung melakukan perjalanan lebih lama dan merencanakan perjalanan lebih awal.

        Rata-rata waktu pembelian pelanggan yang melakukan pembelian ulang adalah 18 hari sebelum keberangkatan, sedangkan pelanggan pertama kali rata-rata membeli 12 hari sebelumnya.

        Kelompok pelanggan ini juga cenderung membeli asuransi untuk setiap perjalanan, bukan menggunakan paket tahunan. Namun, pembelian ulang umumnya masih berada dalam kategori perjalanan yang sama. Pelanggan yang sebelumnya membeli asuransi untuk perjalanan domestik cenderung kembali memilih perlindungan perjalanan domestik, begitu pula pelanggan perjalanan internasional.

        Co-Founder dan CEO Igloo Raunak Mehta mengatakan pola pembelian tersebut menunjukkan perlindungan perjalanan belum sepenuhnya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan masyarakat.

        “Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan bahwa masyarakat belum menjadikan perlindungan perjalanan sebagai bagian dari perencanaan perjalanan. Mereka membeli ketika ada sesuatu yang mengingatkan mereka, biasanya pada malam hari dan sering kali bahkan di hari keberangkatan,” ujar Raunak.

        Menurut dia, kondisi tersebut membuat proses pembelian perlu dibuat sederhana agar dapat diselesaikan melalui perangkat seluler dalam waktu singkat.

        Hal itu pula yang mendorong pengembangan fitur AI terbaru Igloo berupa agen berbasis percakapan yang memandu pelanggan dari tahap pencarian hingga pembelian.

        Baca Juga: Wisatawan RI Makin Rajin Jalan-Jalan, Asuransi Perjalanan Ikut Kebagian Cuan

        Igloo meluncurkan Igi pada Juni 2026 sebagai asisten AI end-to-end untuk asuransi perjalanan di Indonesia. Fitur tersebut dirancang untuk membantu wisatawan memilih destinasi, membandingkan paket, memperoleh rekomendasi, melakukan pembayaran, hingga menerbitkan polis dalam satu percakapan.

        Igloo menyebut Igi berbeda dari chatbot atau layanan customer support berbasis AI karena dapat menangani seluruh proses pembelian secara mandiri.

        Sejak diluncurkan, pengguna yang berinteraksi dengan Igi disebut memiliki kemungkinan 44% lebih tinggi menyelesaikan pembelian asuransi perjalanan dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web.

        Pengembangan layanan tersebut dilakukan di tengah penetrasi asuransi perjalanan di Indonesia yang masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk kompleksitas informasi produk, keterbatasan panduan dalam memilih perlindungan, serta akses layanan di luar jam operasional.

        Data transaksi 2025 tersebut menunjukkan bahwa kemudahan proses pembelian menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong masyarakat memasukkan perlindungan perjalanan ke dalam kebiasaan merencanakan perjalanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: