Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Premi Naik Tipis, Klaim Asuransi Umum Justru Melonjak 17,7%

Premi Naik Tipis, Klaim Asuransi Umum Justru Melonjak 17,7% Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pertumbuhan klaim industri asuransi umum pada kuartal I-2026 jauh melampaui kenaikan pendapatan premi. Hingga Maret 2026, total klaim meningkat 17,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp12,92 triliun, sementara premi hanya tumbuh 1,92% menjadi Rp31,12 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisis AAUI, Heri Supriyadi, mengatakan nilai klaim industri naik dari Rp10,98 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp12,92 triliun pada periode yang sama tahun ini. Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi yang hanya meningkat dari Rp30,53 triliun menjadi Rp31,12 triliun.

“Untuk klaimnya juga naik, lebih tinggi daripada kenaikan premi. Tapi tidak masalah karena namanya bisnis asuransi pasti ada klaim,” ujar Heri dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan I-2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Lonjakan klaim terutama terjadi pada sejumlah lini bisnis utama. Klaim asuransi properti meningkat 34,7% secara tahunan menjadi Rp2,64 triliun pada kuartal I-2026. Sementara itu, klaim asuransi kredit naik 17% menjadi Rp4,21 triliun dan menjadi kontributor terbesar pembayaran klaim industri.

Adapun klaim asuransi kendaraan bermotor tumbuh lebih terbatas, yakni 0,2% secara tahunan menjadi Rp1,83 triliun.

Baca Juga: Harga Obat Naik 20%, Industri Asuransi Evaluasi Kenaikan Premi

Baca Juga: Naik Tipis, Premi Asuransi Umum Rp31,11 Triliun pada Kuartal I 2026

Di tengah kenaikan klaim pada beberapa lini usaha, sejumlah segmen justru mencatat penurunan. Heri menyebut klaim asuransi kecelakaan diri (personal accident) turun 53,9% dari Rp239 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp110 miliar pada periode yang sama tahun ini.

“Yang lainnya justru turun, seperti di personal accident yang turun 53,9% dari Rp239 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp110 miliar pada periode yang sama tahun ini. Asuransi kesehatan juga turun 1%, dari Rp1,69 triliun jadi Rp1,67 triliun,” katanya.

Meski tekanan klaim meningkat, industri asuransi umum masih membukukan pertumbuhan premi sebesar 1,92% secara tahunan menjadi Rp31,12 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah lini usaha, terutama asuransi properti, kendaraan bermotor, kesehatan, dan kredit.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri