Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Peta kekuatan partai politik kembali menarik perhatian setelah Partai Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei Media Survei Nasional (Median). Angka yang diraih partai tersebut bahkan menempatkannya cukup jauh di atas PDIP yang berada di posisi kedua.
Dalam survei tersebut, Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 22,6 persen, sedangkan PDIP mengantongi 17,7 persen. Selisih hampir lima poin ini membuat persaingan dua partai tersebut menjadi salah satu sorotan utama hasil survei Median.
"Kita melihat Gerindra di posisi satu dengan angka 22,6 persen, PDIP posisi kedua 17,7 persen, Golkar 10,6 persen, Demokrat 9,6 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,2 persen," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat memaparkan hasil survei, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Kepercayaan 63,2%, Daya Beli Kunci Kuatkan Kepuasan Prabowo-Gibran Versi Poltracking
Setelah lima besar tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 5,9 persen, disusul Partai Nasdem 5,1 persen. Partai Amanat Nasional (PAN) berada di angka 4 persen, sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh 1,8 persen.
Rico menyebut delapan partai dalam daftar tersebut berpotensi melewati parliamentary threshold apabila pemilihan dilakukan berdasarkan kondisi saat survei berlangsung.
"Delapan partai, kalau dilakukan pemilihan pada hari ini, itu lolos parliamentary threshold. Dengan nomor satunya masih Gerindra," ujar Rico.
Elektabilitas Gerindra dalam survei kali ini juga disebut lebih tinggi dibandingkan perolehan suara partai tersebut pada Pemilu 2024. Hasil itu sekaligus menunjukkan adanya perubahan peta dukungan politik berdasarkan kondisi ketika survei dilakukan.
Baca Juga: Terungkap 5 Alasan Publik Puas terhadap Prabowo-Gibran, MBG Nomor 1, Disusul Program...
Sementara itu, persaingan di bursa calon presiden juga memperlihatkan posisi yang cukup menarik. Presiden Prabowo Subianto masih kokoh di urutan pertama dengan elektabilitas 32,2 persen.
Di bawah Prabowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperoleh 19,8 persen. Posisi ketiga ditempati Anies Baswedan dengan 19,5 persen, atau hanya terpaut 0,3 poin dari Dedi Mulyadi.
Nama Ganjar Pranowo tercatat memperoleh elektabilitas 4,5 persen. Berikutnya ada Sherly Tjoanda sebesar 3,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,3 persen, Joko Widodo (Jokowi) 2 persen, dan Gibran Rakabuming Raka yang juga memperoleh 2 persen.
Adapun dua nama lainnya yang masuk dalam daftar adalah Mahfud MD dengan elektabilitas 1,8 persen serta Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 1,3 persen.
Survei Median ini mengukur elektabilitas berdasarkan kondisi politik saat pengambilan data dilakukan. Penelitian berlangsung pada 21 Juli-2 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.212 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka atau face-to-face interview. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,76 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri