Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dua Perusahaan Indonesia Masuk 10 Besar Lifting Asia Tenggara 2026

Dua Perusahaan Indonesia Masuk 10 Besar Lifting Asia Tenggara 2026 Kredit Foto: BPBD Kabupaten Aceh Tengah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri heavy-lift (pengangkutan dan pengangkatan beban berat) dan penyewaan crane di Asia Tenggara mulai menunjukkan peta persaingan yang semakin luas.

Sejumlah perusahaan asal Indonesia kini masuk dalam daftar 10 perusahaan lifting (jasa pengangkatan dan pemindahan beban berat) teratas di kawasan yang dirilis dalam T50 Summit Indonesia Forum 2026.

Dalam daftar 2026 South East Asia Top 10 Lifting Companies (10 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Asia Tenggara 2026), dua perusahaan Indonesia yang tercatat adalah PT Superkrane Mitra Utama Tbk dan PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BPP).

Keduanya juga menempati posisi teratas dalam daftar 2026 Indonesia Top 10 Lifting Companies (10 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Indonesia 2026). Setelah Superkrane dan BPP, posisi berikutnya ditempati PT Guna Teguh Abadi, PT Sumber Rezeki, dan PT IMB Logistic Nusantara.

Daftar tersebut diumumkan dalam T50 Summit Indonesia Forum 2026 yang digelar di Shangri-La Hotel, Jakarta, Senin (21/9/2026).

T50 Summit merupakan forum industri alat berat konstruksi dan pertambangan yang telah digelar sejak 2011. Selain menyusun berbagai peringkat perusahaan, forum ini juga membahas perkembangan pasar, tren industri, serta dinamika bisnis alat berat dan sektor terkait.

Untuk daftar perusahaan lifting tahun ini, pemeringkatan menggunakan T50 Lift Index, metode yang juga digunakan dalam penyusunan Asian Top 50 Lifting Companies (50 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Asia) pada tahun sebelumnya. Metodologi tersebut dilengkapi dengan informasi mengenai kondisi pasar lokal.

Di tingkat Asia Tenggara, daftar 10 besar masih didominasi perusahaan asal Singapura. Tiong Woon dan Hiap Tong menjadi dua perusahaan Singapura yang masuk dalam daftar, bersama empat perusahaan Singapura lainnya. Selain itu, terdapat masing-masing satu perusahaan dari Malaysia dan Thailand.

Baca Juga: Astra Otoparts: Industri Komponen RI Siap Pasok Kendaraan Hybrid dan Listrik

Baca Juga: Biaya Tenaga Kerja RI Masih Kompetitif, Jadi Modal Tarik Industri Manufaktur

Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang Bidik Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Masuknya Superkrane dan BPP menunjukkan keberadaan perusahaan Indonesia dalam industri lifting kawasan, di tengah pertumbuhan kebutuhan alat berat untuk sektor energi, infrastruktur, dan pembangunan perkotaan di Asia Tenggara.

Sekretaris Jenderal T50 Summit, Jack Zhang, mengatakan perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar merupakan pemain utama di Indonesia dan Asia Tenggara.

"The companies on the lists are the market leaders in Indonesia and South East Asia," kata Jack dalam T50 Summit Indonesia Forum 2026 di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, daftar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat perubahan lanskap industri heavy-lift dan penyewaan crane di kawasan.

T50 Summit Indonesia Forum 2026 merupakan penyelenggaraan kedua forum tersebut di Jakarta. Penyelenggara juga akan kembali membuka pendaftaran untuk Asian Top 50 Lifting Companies 2027 (50 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Asia 2027), South East Asia Top 10 Lifting Companies 2027 (10 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Asia Tenggara 2027), dan Indonesia Top 10 Lifting Companies 2027 (10 Perusahaan Jasa Pengangkatan Teratas Indonesia 2027) pada kuartal pertama 2027.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan